Shinawatra, Kisah Ala 'Dinasti Ratu Atut' dari Thailand

Bisnis di Gonjang-ganjing Thailand (3)

Shinawatra, Kisah Ala 'Dinasti Ratu Atut' dari Thailand

Hidayat Setiaji - detikFinance
Rabu, 11 Des 2013 14:08 WIB
Shinawatra, Kisah Ala Dinasti Ratu Atut dari Thailand
Yingluck Shinawatra, anggota klan Shinawatra yang duduk sebagai Perdana Menteri Thailand saat ini. (Foto: Reuters)
Jakarta - Sejak Thaksin Shinawatra menjadi perdana menteri Thailand pada 2001, negara tersebut seakan tidak bisa lepas dari gejolak politik. Kubu pro dan kontra bergantian saling menjatuhkan yang menyeret Thailand dalam pusaran instabilitas politik.
 
Thaksin berasal dari dinasti Shinawatra yang populer di Thailand sebagai keluarga kaya dan berpengaruh. Kalau bisa diperbandingkan, mirip seperti kisah klan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di sini, dalam hal keterlibatan mereka di dunia politik dan bisnis.
 
Sosok teranyar yang duduk di jabatan penting di Thailand adalah Yingluck Shinawatra, adik Thaksin. Eks Perdana Menteri Somchai Wongsawat, bisa juga disebut dari keluarga Shinawatra. Soalnya dia adalah adik ipar Thaksin.
 
Thaksin bukanlah seorang Shinawatra pertama yang terjun ke dunia politik. Thaksin, Yingluck, dan Somchai adalah generasi keempat dari leluhur mereka yang berasal dari China.
 
Klan Shinawatra berawal dari Seng Ku Shun, seorang laki-laki asal Guandong (China). Dia tiba di Thailand pada 1860 dan menekuni bisnis peternakan. Seng menikah dengan perempuan Thailand dan mereka memiliki sembilan anak.
 
Putra pertama Seng yang bernama Chiang kemudian mengubah bisnis keluarga dari peternakan menjadi perdagangan sutera. Berawal dari kerajinan tangan sederhana, usaha ini menjelma menjadi bisnis produksi, pengolahan, dan perdagangan sutera.

Pada generasi kedua ini nama Shinawatra mulai digunakan. Chiang menikah dengan seorang perempuan Thailand dan dimulailah generasi ketiga keluarga Shinawatra. Mereka memiliki 12 anak, dan beberapa di antaranya menjadi tokoh kunci.
 
Kemthong, si sulung, membangun bisnis sutera sendiri di daerah Sukhumvit. Sak, si nomor dua, masuk tentara dan nantinya menjadi ayah dari Chaisit, mantan pemimpin militer Thailand. Lert, si nomor empat, menjadi ayah dari Thaksin dan Yingluck.
 
Di generasi ketiga keluarga Shinawatra, Lert bisa dibilang sebagai yang paling cemerlang. Dia mampu mengembangkan bisnis di luar sutera. Dimulai dari sebuah restoran, bisnis Lert berkembang ke gedung bioskop, armada bus, penjualan mobil, dan pompa bensin.
 
Pada usia 48 tahun, Lert mulai terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota parlemen mewakili daerah Chiang Mai. Dia berkarir selama dua periode.
 
Generasi keempat keluarga Shinawatra bisa dibilang didominasi oleh dua garis keturunan, yaitu dari Sak dan Lert. Sak memiliki empat anak, dua di antaranya menjadi petinggi di militer yaitu Chaisit dan Uthai yang pernah berkarir sebagai sekretaris di Kementerian Pertahanan.
 
Sementara Lert memiliki 10 anak, di antaranya adalah Thaksin dan Yingluck. Namun tidak hanya mereka berdua yang berkecimpung di dunia politik, beberapa saudara mereka pun demikian. Seperti Yaowalak yang pernah menjadi walikota Chiang Mai, atau Yoawapa yang aktif di partai Thai Rak Thai dan istri dari Somchai Wongsawat, mantan perdana menteri Thailand.
 
Bukan hanya di dunia politik, keturunan Lert juga merupakan pebisnis papan atas di Thailand. Yoawares merupakan pengusaha di bidang telekomunikasi dan konstruksi. Perempuan ini juga terkenal sebagai sosialita. Kemudian ada Payap, yang dikenal sebagai investor terpandang di bursa saham.

(hds/DES)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads