Ini Cara CT Agar RI Tak Tertinggal dari Singapura dan Malaysia

Pidato Doktor Honoris Causa Chairul Tanjung

Ini Cara CT Agar RI Tak Tertinggal dari Singapura dan Malaysia

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 12 Des 2013 10:51 WIB
Ini Cara CT Agar RI Tak Tertinggal dari Singapura dan Malaysia
Bandung - Indonesia berhasil menempati posisi ke-38 dalam Global Competitiveness Index 2013-2014. Peringkat daya saing ini adalah posisi terbaik Indonesia sejak 2010 yang ketika itu berada di posisi ke-44, dan sempat memburuk di tahun 2012-2013 ke peringkat 50.

Pengusaha sekaligus Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengungkapkan peringkat ke-38 tersebut memang masih di bawah Singapura (peringkat ke-2), Malaysia (peringkat ke-24), Brunei (peringkat ke-26), bahkan Thailand (peringkat ke-37).

"Harapan kita ialah bahwa Indonesia mampu terus meningkatkan daya saingnya, yang tercermin dari peningkatan peringkat di atas. Saya berkeyakinan bahwa kunci bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya di pasar global ada dalam perbaikan dalam tiga hal, yaitu inovasi, kewirausahaan dan kepemimpinan," kata pria yang akrab disapa CT dalam Pidato Penganugerahan Doktor Honoris Causa oleh Universitas Padjajaran, Bandung, Kamis (12/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan CT, inovasi sangat diperlukan oleh Indonesia untuk penciptaan nilai tambah. Nilai (value) adalah manfaat yang dirasakan oleh konsumen, yang merupakan selisih antara kesediaan konsumen tersebut untuk membayar (willingness to pay) dan persepsinya atas biaya kesempatan yang hilang (opportunity cost).

"Inovasi akan memperbesar nilai tersebut dan karenanya juga merupakan kunci untuk memperbesar nilai tambah. Dapat juga kita katakan bahwa inovasi memperbesar kesediaan konsumen untuk membayar. Dengan demikian, inovasi juga merupakan faktor yang meningkatkan keuntungan (innovation is profitable)," kata CT.

Adapun upaya perbaikan peringkat daya saing kedua yakni harus dilakukan dari sektor kewirausahaan. Menurut CT, kewirausahaan adalah sikap yang tidak berpuas diri dengan kondisi yang telah ada.

"Kewirausahaan diperlukan agar dapat membaca peluang dari inovasi yang dihasilkan, sehingga mampu mempunyai nilai bisnis ke depan. Selanjutnya, kewirausahaan memiliki komitmen untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika melihat peluang (commitment to opportunity)," paparnya.

Sementara, upaya yang ketiga untuk meningkatkan daya saing Indonesia adalah membenahi kepemimpinan. Menurut Bos CT Corp ini, pemimpin yang mampu membawa perubahan (transformational) diperlukan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

"Dalam dunia bisnis, aplikasi dari keseluruhan karakteristik tersebut dapat dilihat dalam kemampuan seorang pemimpin mendorong inovasi," kata Dia.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads