Pengunduran diri (resign) massal ini ternyata berawal ketika Direktur Personalia dan Umum Cipto Pramono diminta mundur oleh Direktur Utama Pelindo II RJ Lino. Cipto diminta mundur karena dinilai menghadiri acara Serikat Pekerja (SP) Pelindo II. Kehadiran Cipto di acara SP tersebut memicu kegeraman sang dirut.
"Pak Lino meminta supaya Pak Cipto mengajukan permohonan diri, antara lain disebabkan ada kegiatan Ultah pelabuhan pada hari Jumat lalu. Beliau
memberikan kata sambutan sepanggung dengan Pak Kirnoto SP Pelindo. Dan itu menurut Pak Lino dianggap kesalahan yang fatal," kata Sekretaris Perusahaan Pelindo II yang ikut resign massal, Yan Budi Santoso kepada wartawan, Kamis (12/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hanya peristiwa dianggap sudah tidak bisa dipercaya lagi. Saya juga nggak ngerti. Membuat teman-teman ada kesewenangan. Kalau hanya
itu ya seharusnya tidak seperti itu. Kalau beliau sebagai pemimpin yang bijaksana dan tidak seperti itu," terangnya.
Sebelumnya, RJ Lino menjelaskan, dirinya meminta mundur Direktur Personalia dan umum karena munculnya rasa tidak percaya. Rasa tidak percaya dalam jajaran direksi bisa menghambat kinerja korporasi. Namun Lino tidak merinci kenapa ia tidak percaya kepada anak buahnya tersebut.
"Saya nggak mungkin bekerja dengan orang nggak bisa dipercaya. Saya kasih opsi mengundurkan diri atau saya laporkan ke Kementerian
Perhubungan dan Kementerian BUMN. Akhirnya dia pilih mengundurkan diri," kata Lino.
(hen/dnl)










































