Diantaranya adalah Niphon Yusen, Panasonic, Sumitomo, Mitsubishi, Toyota, Hitachi, dan ANA Holding.
Pertemuan berlangsung selama kurang lebih 1 jam, sejak pukul 14.00 WIB. Beberapa pembahasan dilakukan, terutama terkait dengan rencana investasi perusahaan Jepang di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka berkomitmen untuk menempatkan Indonesia sebagai tujuan investasi utama. Seluruh pengusaha Jepang ternyata Indonesia adalah tempat investasi yang terbaik walaupun tadi juga disampaikan ada yang harus diperhatikan," ungkap Hatta di kantornya, Jakarta, Jumat (20/12/2013)
Catatan utama adalah persoalann infrastruktur. Menurutnya industri yang berasal dari Jepang agak terganggu dengan infrastruktur dalam negeri yang masih kurang.
"Mereka sungguh memperhatikan infrastruktur. Karena ini menghambat industri manufaktur Jepang," ujarnya.
Hatta mengatakan proyek infrastuktur saat ini masih berjalan, seperti perluasana Bandar Udara Soekarno Hatta, Mass Rapid Transid (MRT), PLTU Batang, pelabuhan Cilamaya, dan Kereta Api Cepat Jakarta-Surabaya.
"Ada 20 proyek prioritas dan 6 sebagai proyek yang sedang berjalan. MRT, Cilamaya, Bandara Soetta, Pengolahan Air Limbah, Pluit, Pembangkit Listrik dan Kereta Api Cepat yang akan dimulai Jakarta- Bandung, Bandung - Cirebon dan Surabaya," paparnya.
(mkj/hen)











































