Harga emas dunia berada di kisaran US$ 1.205 per ounce akhir pekan lalu di London Bullion Market, jatuh hampir 27% sepanjang 2013. Berkurangnya permintaan dan tingginya inflasi membuat harga emas terus anjlok.
Terakhir kali harga emas mengalami penurunan adalah pada 2000 ketika turun 5,6% gara-gara kondisi yang serupa, permintaan rendah tapi inflasi tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua faktor utama yang membuat harga emas jatuh tahun ini. Yang pertama adalah penjualan besar-besaran oleh investor," kata Analis Macquarie Matthew Turner kepada AFP, Senin (23/12/2013).
Salah satu pemicu aksi jual ini adalah rencana The Federal Reserve mengurangi besaran stimulusnya mulai tahun depan. Harga emas dunia pun menyentuh titik terendahnya dalam tiga tahun pada bulan Juni yaitu di US$ 1.180,50 per ounce gara-gara kabar The Fed itu.
Selain itu, kata Matthew, rencana pengurangan stimulus itu membuat nilai tukar dolar melambung. Hal ini mempengaruhi daya beli emas di negara-negara berkembang. Harga emas semakin tinggi gara-gara dolar semakin kuat.
Pasokan emas yang semakin banyak juga membuat harganya makin tertekan. Produksi emas dunia terus berjalan meski pembeliannya mulai berkurang.
(ang/dnl)










































