Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Des 2013 13:54 WIB

TransJakarta Pilih Impor Bus dari China Ketimbang Bus Lokal, Kenapa?

- detikFinance
Foto: Bus TransJakarta China (dok.detikFinance) Foto: Bus TransJakarta China (dok.detikFinance)
Jakarta - Ratusan armada bus TransJakarta baru akan menghiasi jalanan ibu kota pada Januari 2014. Bus ini didatangkan langsung dari China. Padahal Indonesia memiliki pabrik penghasil bus yang tidak kalah bersaing kualitasnya. Salah satu pabrik bus asal Indonesia adalah milik PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur.

Direktur Produksi INKA Hendy Hendratno Adji menjelaskan, pihaknya memang mengikuti tender pengadaan bus TransJakarta untuk tahun anggaran 2013. Namun INKA kalah bersang dari sisi harga dengan bus asal China.

"Untuk articulated bus (bus gandeng), kita kalah dengan China. Tender yang utama kan harga, meski mesin dari USA/Cummins maupun dari Korea/Hyundai-Daiwoo, tetap nggak bisa melawan harga China," kata Hendy kepada detikFinance, Selasa (24/12/2013).

Bus yang ditawarkan INKA menawarkan hingga 41% komponen lokal. Dari sisi harga, bus buatan pabrikan BUMN ini ditawarkan dengan harga Rp 3,98 miliar per unit. Sementara bus buatan China dijual mulai harga Rp 3,795 miliar per unit.

"Pagu anggaran per bus Rp 4,01 miliar. Pemenang Yutong (China)/Korindo dengan harga Rp 3,795 miliar dan harga INKA Rp 3,980 miliar," sebutnya.

Sementara itu, Humas INKA Bintang Gumilar menjelaskan, meski perseroan kalah untuk pengadaan ratusan unit bus pada tahun 2013, INKA pada periode anggaran 2014 akan berpartisipasi dalam pengadaan bus TransJakarta sebanyak 1.000 unit. Meski secara kapasitas, INKA tidak bakal memasok hingga 1.000 unit karena keterbatasan kapasitas produksi.

"Rencananya mau ikut. Kalau total segitu nggak bisa. Biasanya kan sistem paket tendernya," kata Bintang.



(feb/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com