Pasalnya, ruas jalan tol ini tersambung dengan Ruas JORR W1 (Puri Indah-Kamal) dan Jalan Tol Prof Dr Sediyatmo. Diperkirakan akan ada sekitar 30.000 kendaraan per hari yang melewati JORR-W2 Utara segmen Kb Jeruk-Ciledug ini.
Seluruh proses proyek seperti penyelesaian perangkat rambu lalu lintas, pemasangan peralatan di seluruh gardu tol, pengecatan marka jalan, dan landscaping atau pertamanan telah diselesaikan di jalan tol sepanjang 5,8 km ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paket pertama dari Kebon Jeruk-Meruya dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), sedangkan paket kedua Meruya-Joglo dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI), paket ketiga adalah Joglo-Ciledug oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT).
"Segmen Kebon Jeruk-Ciledug berjarak sekitar 5,8 km inilah yang akan diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Pekerjaan Umum Jumat ini," kata Corporate Secretary Jasa Marga David Wijayatno dalam keterangan tertulis, Jumat (26/12/2013).
Sementara paket keempat adalah Ciledug-Ulujami dikerjakan oleh PT Jaya Konstruksi. Untuk paket keempat, proses pembebasan lahan sudah hampir rampung, tinggal proses pengosongan mengingat banyak lahan yang dibebaskan masih ditempati pemiliknya.
Untuk paket Ciledug-Ulujami sampai saat ini progres pelaksanaan konstruksi mencapai 47%. Diharapkan pelaksanaan konstruksi dapat diselesaikan 6-7 bulan ke depan.
Apabila jalan tol JORR W2 utara tersebut secara keseluruhan sudah dioperasikan, maka Ruas JORR secara keseluruhan akan tersambung yang berarti akan menghubungkan 5 ruas tol yang sudah beroperasi, yaitu Jakarta–Cikampek, Jagorawi, Jakarta-Tangerang, Jakarta–Serpong, dan Tol Soediyatmo (Bandara).
"Sehingga kendaraan dari arah Bekasi dan Bogor yang akan menuju Bandara atau Tangerang dan sebaliknya, tidak perlu lagi melintas di tol dalam kota Jakarta. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Ruas Tol Dalam Kota (Cawang-Tomang)," ujarnya.
PT MLJ sebagai pemegang konsesi ruas itu 65% sahamnya dimiliki PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan 35% oleh PT Jakarta Marga Jaya, anak usaha PT Jakarta Propertindo (BUMD DKI Jakarta).
(ang/ang)











































