Pemerintah akan Segera Operasikan Blok Cepu
Jumat, 26 Nov 2004 13:35 WIB
Jakarta - Presiden AS George Bush menginginkan kasus Blok Cepu Jawa Tengah antara Pertamina dengan mitranya ExxonMobil bisa segera selesai. Namun keinginan Bush itu tidak terkait dengan operasional blok Cepu untuk menambah total produksi minyak di Indonesia.Demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro, kepada wartawan usai di sela-sela acara silaturahmi jajaran departemennya di Museum Geologi, Jl Diponegoro Bandung, Jumat (26/11/2004)."Pertemuan tingkat kepala negara, ya tidak ada desakan-desakan. Memang ada pembicaraan agar persoalan itu bisa segera diselesaikan," kata Purnomo.Purnomo menambahkan, pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi juga sudah meminta pihak Pertamina untuk melihat kembali term of condition yang ada. Sudi Silalahi, sambung Purnomo, usai Sidang Kabinet di Jakarta Kamis (25/11/2004) menyatakan bahwa pemerintah segera mengevaluasi kembali kontrak-kontrak kerja sama energi yang selama ini belum berjalan secara efektif. Hal ini bertujuan agar kontrak-kontrak itu dapat dilanjutkan kembali atau diperpanjang."Kami sendiri, semakin cepat diproduksi minyak di sana akan sangat senang. Kapasitas produksi di sana itu mencapai 150 ribu barrel per hari. Jadi memang sangat besar," kata Purnomo.Purnomo menilai Blok Cepu berpotensi besar untuk meningkatkan produksi minyak mentah Indonesia yang saat ini mengalami penurunan. Untuk pengembangan produksi di kawasan itu sendiri, Purnomo menegaskan perlu investasi yang cukup besar. "Anda tahu, berapa yang harus disiapkan sampai 2010? Sekitar US$ 3 miliar," tuturnya.Seperti diketahui, saat ini ExxonMobil mengajukan perpanjangan kontrak yang berakhir tahun 2010 sebelum menambah investasi mengembangkan sumur minyak Banyu Urip di Blok Cepu itu. Tetapi negosiasi dengan Pertamina belum memperoleh kesepakatan. Pertamina sendiri memiliki keinginan untuk mengelola sendiri blok itu.
(djo/)











































