Perpindahan penerbangan ini kemungkinan akan banyak membuat penumpang bingung sehingga salah tujuan bandara yang seharusnya menuju bandara Halim Perdanakusuma malah menuju Soekarno-Hatta.
Mengantisipasi hal itu, pihak Citilink telah mempersiapkan bus dan voucher taksi kepada penumpang untuk bisa mengejar sampai ke bandara Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, untuk fasilitas mini bus dan voucher taksi diberikan kepada kepada penumpang Citilink secara gratis.
"Langsung diganti sendainya diperlukan, kita sudah bekerjasama dengan Blue Bird," kata dia.
Terkait hal itu, Arif mengatakan, ada 3 jenis penumpang yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut yaitu penanganan penumpang yang terkena jadwal maju/mundur karena ada beberapa adjustment penerbangan.
"Jadi penumpang akan merasa ada jadwal yang terlalu kecepetan, atau dia tertinggal jadwalnya," ujarnya.
Kedua, penumpang yang kehilangan connecting flight, contohnya penumpang dari Batam-Cengkareng-Semarang. "Yang tadinya lewat Cengkareng langsung ke Semarang, kalau harus ke Halim nanti kita atasi," ucapnya.
Ketiga, penumpang yang salah bandara, harusnya ke Halim malah ke Soetta.
"Yang kami lakukan adalah dengan mengerahkan SDM yang ada di call center untuk memberikan penjelasan melalui sms, email semua penumpang, kita telepon satu-satu kepada mereka untuk memastikan bahwa semua penumpang yang terkena 3 status tadi itu kita info lebih awal," terang dia.
Hal lain, kata dia, yang paling penting adalah, pihaknya akan memberikan fasilitas kepada penumpang untuk bisa melakukan refund untuk bisa ditransfer ke penerbangan-penerbangan Citilink selanjutnya.
"Atau kita transfer ke perusahaan penerbangan lain seandainya kalau itu diperlukan. Kita akan mengedepankan kenyamanan penumpang selama periode transisi ini," pungkasnya.
(drk/dru)










































