Proyek terowongan ini akan dikerjakan oleh kontraktor dari China yang akan bermitra dengan kontraktor lokal. Alasannya, proyek Tol Cisumdawu dibiayai mayoritas oleh pihak China dan sebagian dari APBN.
"Ini menggunakan sumber pendanaan dari China, tim kontrakor pasti dari China, tapi joint dengan lokal," kata Kepala Satker Pelaksanaan Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Subagus Dwi Nurjaya kepada detikFinance, Kamis (9/1/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terowongan Cadas Pangeran yang merupakan bagian tol Cisumdawu sangat penting untuk menghubungkan Kota Bandung dengan Sumedang, Jawa Barat. Saat ini, akses Bandung-Sumedang hanya mengandalkan jalur Cadas Pangeran yang sangat rentan longsor karena dibangun di pinggir tebing.
"Ini untuk membuat jalan alternatif Cadas Pangeran, kita jangan sampai terjadi sesuatu. Apabila sesuatu terjadi di Cadas Pangeran, maka pengguna jalan Bandung-Sumedang akan muter ke Pantura, makanya ini menjadi prioritas," katanya.
Harapannya konstruksi terowongan selesai dalam waktu 30 bulan atau sekitar 2,5 tahun. Target ini bisa tercapai dengan estimasi dikerjakan selama 24 jam dalam sehari dan dikerjakan dari dua arah terowongan.
Ia menambahkan sebelum memutuskan membangun terowongan, ada beberapa opsi untuk menghindari adanya konstruksi terowongan terutup, yaitu opsi memindahkan trase sisi Tanjungsari dan sisi Sumedang, namun tak mungkin karena akan banyak mengubah trase lahan yang sudah dibebaskan.
Opsi lainnya yang juga tak jadi, yaitu membangun lintasan terowongan terbuka dengan menggali bukit hingga kedalaman 50-60 meter dengan risiko kerusakan ekosistem, potensi longsor yang tinggi karena lahan di lokasi merupakan tanah lunak.
"Kalau kita gali ke dalam 60 meter, saya akan punya lereng yang sangat curam, pasti tak stabil, kalau dipaksakan ngeri juga," katanya.
Jalan tol Cisumdawu sepanjang 60,28 Km ini akan menghubungkan Bandung dengan rencana pembangunan Bandara Internasional Kertajati dan tol Cikampek-Palimanan serta diharapkan akan mempersingkat waktu tempuh Bandung-Sumedang menjadi 15 menit (saat ini 2 jam) sekaligus juga sebagai pengamanan aset nasional ruas jalan Cadas Pangeran.
(hen/dru)










































