Cerita Pengusaha yang Tak Lagi Sanggup Hadapi Kemacetan Parah

Cerita Pengusaha yang Tak Lagi Sanggup Hadapi Kemacetan Parah

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 27 Jan 2014 16:28 WIB
Cerita Pengusaha yang Tak Lagi Sanggup Hadapi Kemacetan Parah
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sudah tidak sanggup lagi melihat dan merasakan kemacetan yang ada di dalam negeri. Bayangkan mulai dari jalan, pelabuhan, jembatan hingga bandar udara (bandara) macet.

"Kadin melihat gejala yang kasat, yakni kemacetan pada skala nasional yang terjadi di mana-mana dan diberbagai bidang, seperti kemacetan jalan, pelabuhan, penyeberangan dan bandara," ungkap Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto di Menara Kadin Kuningan, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Ini merupakan hambatan paling besar bagi dunia usaha. Harusnya pemerintah melalui APBN mengalokasikan anggaran untuk pembenahan infrastruktur tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengeluaran APBN untuk infrastruktur yang memadai tidak dapat ditunda lagi karena kemacetan yang meluas ini sudah di luar batas normal," jelasnya.

Ini pun menurutnya juga mempengaruhi daya saing produk perusahaan dalam negeri. Karena kemacetan membuat biaya produksi menjadi lebih tinggi. Sehingga mau tidak mau perusahaan menaikkan harga produk.

"Tentu akan menjadi kesulitan saat kita harus bersaing dengan barang barang impor dari negara lain," ujarnnya.

Ia mencontohkan negara seperti Thailand (Bangkok) yang dulu juga mengalami kemacetan parah. Dengan pembangunan transportasi massal, dalam beberapa tahun berhasil memecahkan persoalan macet.

"Selain Thailand, juga sudah banyak negara yang memiliki masalah yang sama dapat mengatasi masalah seperti itu," kata pria yang akrab disapa SBS ini.

(mkj/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads