"Nah selain ini impian saya kita bisa ekspor. Kita ini sudah lebih dari 30-40 tahun. Bahkan dari awal (merdeka) tidak pernah swasembada apalagi ekspor," ungkap Cicip usai menghadiri Rakornas Perikanan dan Kelautan di Grand Hotel Sahid, Sudirman, Jakarta, Selasa (28/1/2014)
Sebagai tahap pertama, tahun 2012 untuk garam konsumsi sudah berhasil memproduksi lebih dari kebutuhan. Jenis garam ini akan diolah untuk dinaikkan kualitasnya setara dengan kebutuhan industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap tahun kebutuhan garam industri secara rata-rata mencapai 1,8 juta ton. Cicip mengakui, untuk mendekati itu perlu kerja keras. Ia menargetkan tahun 2014 hal tersebut dapat terealisasi.
"Saya harap itu bisa terealisasi. Sekarang semuannya untuk industri masih impor. Nanti kita bicara dengan Kemenperin (kementerian perindustrian), kan itu kewenangan kemenperin. Kalau kita kan garam konsumsi," ujarnya.
Selama ini Indonesia masih bergantung garam industri impor. Sedangkan garam untuk rumah tangga sudah bisa penuhi dari dalam negeri.
(mkj/hen)











































