Cerita Orang Terkaya RI Cegah Penyakit Polio Bersama Bill Gates

- detikFinance
Rabu, 29 Jan 2014 10:51 WIB
Jakarta - Pendiri Mayapada Group Tahir tak hanya dikenal sebagai orang kaya dermawan di dalam negeri. Di luar negeri, dia bersama pendiri Microsoft Bill Gates sepakat untuk mencegah penyakit polio dengan memberikan sumbangan ratusan juta dolar.

Orang terkaya ke-12 di Indonesia ini mengisahkan saat itu ia bertemu staff Bill Gates Foundation. Dia menawarkan sebuah rencana pencegahan penyakit polio yaitu global polio fund. Konsepnya, lanjut Tahir, Bill Gates Foundation akan memberikan sumbangan 1:1 dengan yang digelontorkan Tahir.

Orang yang kekayaannya mencapai Rp 17 triliun ini menginginkan peruntukkan sumbangan tersebut adalah untuk penanganan polio di Indonesia.

"Saya bilang saya mau untuk Indonesia. Lalu berunding 75% untuk Indonesia, 25% untuk dunia," kata Tahir saat berkunjung ke kantor detikcom di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Dengan nada yang sedikit bercanda tahir mengatakaan, dia awalnya hanya ingin membuat kaget staff dari Bill Gates tersebut saat menyebut nilai sumbangan yang akan dia sumbangkan. Menantu dari taipan Mochtar Riady ini menyumbangkan US$ 100 juta.

"Saya cuma mau ngagetin dia saja. Saya mau ngomong satu juta, saya jadi bilang seratus juta, karena bahasa Inggris saya kurang bagus. Waktu saya cerita Pak Menko (Agung Laksono) saya ceritakan dan dia tertawa," kelakar pria kelahiran 1952 ini.

Hal itu pun membuat staff dari Bill Gates tersebut kaget. Karena sebelumnya, Bill Gates Foundation pun mendapatkan sumbangan dari Bernama Group perusahaan asal Malaysia senilai US$ 5 juta. Sedangkan Tahir bisa menyumbangkan US$ 100 juta.

Menurutnya, sumbangan yang didapat untuk mencegah penyakit polio di Indonesia bertambah besar. 75% dari total sumbangan yang diberikan Tahir ditambah yang berasal dari Bill Gates Foundation menjadi senilai US$ 150 juta.

"Sebulan kemudian Bill Gates tulis sama saya pribadi. Dia bilang dia pengen ketemu bulan depan," kata Tahir.

Singkat cerita akhirnya kedua orang kaya dunia tersebut bertemu di Abudhabi untuk menandatangani kerjasama global polio fund. Di sana, Tahir bertemu dengan duta besar Indonesia untuk Uni Emirat Indonesia, Salman. Hari itu merupakan hari yang sangat menyenangkan bagi Tahir.

"Saya bilang saya hari ini merasa paling senang. Saya jelaskan, bayangkan saya orang Surabaya hari ini saya bilang saya sudah kerja sedikit untuk bangsa saya. Nggak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini," kisah Tahir yang memakai baju batik emas lengan panjang.

Ditambahkan oleh duta besar Salman, baru pada kesempatan itu ada putra bangsa yang bersama orang kaya luar negeri membantu Indonesia.

"Dia menambahkan yang menginspirasi saya, katanya saya menyaksikan hari ini ada putra Indonesia yang bukan minta-minta, yang bersama luar negeri (asing) membantu negara sendiri. Dahulu kita selalu minta-minta tolong dibantu. Saya menyaksikan bahwa kita punya orang sendiri. Mampu berdiri dan mengatakan ke orang asing, mari kita bantu orang Indonesia," papar Tahir

(zul/ang)