Inilah mengapa bisnis penyewaan panggung ketika musim Pemilu mendapatkan berkah. Kerap kali kita menjumpai acara pengerahan massa ketika kampanye di lapangan menggunakan panggung dengan berbagai ukuran. Di atas panggung itulah para politisi berkoar tentang visi-misi mereka, yang tak jarang diselingi hiburan musik.
Salah satu wirausahawan di bidang persewaan panggung adalah Yudhi. Laki-laki berusia 35 tahun ini membuka usaha persewaan panggung di daerah Pamulang, Tangerang Selatan.
Sudah sejak 1999 Yudhi membuka bisnisnya, dan sudah berulang kali mendapat pesanan dari partai politik. “Kami yang mengerjakan panggung waktu acara Konvensi Capres Partai Demokrat tempo hari,” ujarnya, kemarin.
Yudhi juga berpengalaman membuat panggung untuk kampanye Pemilu. “Kami lebih ke panggung untuk outdoor, jenisnya rigging,” katanya. Biasanya, Yudhi mendapat pesanan dari daerah di sekitar Tangerang dan Jakarta.
Dalam situasi normal, omset bisnis Yudhi rata-rata sekitar Rp 150 juta per bulan. Namun ketika musim kampanye, omset usahanya naik 25 persen. “Tidak terlalu signifikan, tetapi lumayanlah untuk menambah omset,” ucapnya.
Sama dengan percetakan, penyewaan panggung pun rawan dengan risiko tidak dibayar. “Banyak vendor yang tidak mau mengambil proyek dari partai, karena khawatir dengan pembayarannya. Biasalah itu,” kata Yudhi.
Pemesan untuk kampanye, menurut Yudhi, punya kebiasaan buruk untuk mengulur-ngulur waktu pembayaran. “Saya pernah ditawari order yang dibayar 50 persen dulu dan akan dilunasi begitu acaranya sukses. Yang memesan bilang tidak usah khawatir, kantor partainya besar, uangnya banyak, kalau tidak percaya lihat saja di rekening, begitu-begitulah. Seperti ini yang kita harus hati-hati,” ungkapnya.
Untuk menghindari risiko ketidakjelasan pembayaran, Yudhi menerapkan sistem pembayaran di muka. “Harus tegas, kalau mereka tidak mau ya tidak usah diterima,” sebutnya.
Yudhi pernah menerima pesanan yang dibayar 50 persen di muka, dan sisanya dilunasi setelah acara. Namun dengan catatan harus ada kejelasan pelunasan. “Sisanya saya meminta dengan agak tegas, dan akhirnya langsung dilunasi setelah acara. Itu waktu acara Konvensi Capres Partai Demokrat, kebetulan saya kenal dengan salah satu pengurusnya,” katanya.
(hds/DES)











































