Jelang Pemilu, Sektor Properti Justru Melambat

Pemilu dan Gerakan Ekonomi (5)

Jelang Pemilu, Sektor Properti Justru Melambat

Hidayat Setiaji - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2014 18:27 WIB
Jelang Pemilu, Sektor Properti Justru Melambat
Jakarta - Ketika sektor-sektor lain menikmati berkah dari Pemilu, sepertinya tidak demikian dengan properti. Sektor ini justru diperkirakan melambat, karena para pelakunya cenderung wait and see terhadap Pemilu.
 
Todd Lauchlan, Country Head Jones Lang LaSalle, mengemukakan bahwa perlambatan pasar properti berpeluang untuk berlanjut dalam beberapa triwulan ke depan. “Kondisi ekonomi dan sosial-politik menjelang pelaksanaan Pemilu diperkirakan membuat dinamika bisnis termasuk sektor properti akan sedikit mereda,” katanya.
 
Secara umum, lanjut Lauchlan, permintaan dan pertumbuhan harga properti tahun ini memang diperkirakan menurun dibandingkan 2013. Namun adanya Pemilu menjadi faktor tersendiri yang membuat sektor properti melambat.
 
Sebelum Pemilu, perlambatan pertumbuhan properti dipicu berbagai faktor. Pengembang berkonsolidasi, investor menunggu perkembangan, pembeli menahan rencana, perusahaan sementara menunda rencana ekspansi, dan outlook ekonomi menjadi perhatian.
 
“Akan tetapi, momen setelah Pemilu bisa menjadi awal baru pertumbuhan pasar properti dengan asumsi pelaksanaan pemilu dan hasilnya berjalan positif,” tutur Lauchlan.

Pasca Pemilu, sektor properti diperkirakan pulih yang ditandai dengan pasar bergerak naik, pengembang mulai ekspansi proyek, investor bersiap melakukan eksekusi, buyer segera transaksi, dan perusahaan merealisasikan rencana ekspansi.
 
“Kemudian prediksi sejumlah institusi ekonomi global terhadap Indonesia memberikan optimisme yang kuat untuk investor baik dalam negeri maupun internasional untuk mengembangkan bisnis di Indonesia. Ini tentunya akan memberikan imbas positif bagi sektor properti,” ucap Lauchlan.
 
Vivin Harsanto, National Director Head of Strategic Jones Lang Lasalle, menambahkan pertumbuhan permintaan properti tahun ini diperkirakan hanya sekitar 10-15 persen. Melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mampu tumbuh sekitar 20-25 persen.
 
Perlambatan, lanjut Vivi, diperkirakan terjadi di seluruh segmen seperti perumahan, apartemen, hotel, dan sebagainya. “Sekarang saja sudah terlihat ada perlambatan. Semua sektor akan melambat tahun ini, kecuali properti ritel seperti mal,” katanya.
 
Senada dengan Lauchlan, Vivi pun menilai sektor properti kembali bangkit setelah Pemilu. “Nanti bakal rebound lagi. Setelah pemilu penjualan properti bisa rebound sampai 20 persen. Pengembang dan investor mulai kembali melanjutkan proyeknya," sebutnya.

(hds/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads