Ini Penyebab Harga Daging Naik, Jalanan Macet, dan Listrik Byar Pet

Ini Penyebab Harga Daging Naik, Jalanan Macet, dan Listrik Byar Pet

- detikFinance
Kamis, 30 Jan 2014 16:32 WIB
Ini Penyebab Harga Daging Naik, Jalanan Macet, dan Listrik Byar Pet
Jakarta - Indonesia memiliki banyak masyarakat kelas menengah. Hal ini menyebabkan tingginya konsumsi dan gaya hidup yang membuat sumpek Ibu Kota.

Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengatakan 10 tahun yang akan datang akan ada lagi tambahan hingga 50 juta kelas menengah baru.

"Itu lebih besar dari penduduk Korea. Mungkin sama dengan jumlah penduduk Thailand. Coba bayangkan akan ada 50 juta rakyat Indonesia dalam 10 tahun ke depan menjadi kelas menengah," ungkap Budi di Hotel Dharmawangsa, Kamis (30/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menyampaikan banyak akibat yang ditimbulkan dari banyaknya kelas menengah ini. Seperti kenaikan harga-harga sampai pasokan listrik yang kurang.

"Kenapa harga daging naik? Wajar saja karena ada 50 juta orang Indonesia yang sebelumnya makan nasi sama tempe nanti 10 tahun ke depan makan daging sehingga permintaan tinggi," ungkap Bud.

"Kenapa jalanan makin macet? Jawabannya karena ada 50 juta rakyat Indonesia yang awalnya pakai motor dan nggak kuat beli mobil 10 tahun ke depan akan ada 50 juta orang yang beli mobil," imbuhnya.

"Lalu kenapa pasokan listrik kurang dan sering mati? Jawabannya sama saja karena dulu ada 50 juta orang yang tak punya lemari es dan magic jar sekarang hingga 10 tahun ke depan akan ada 50 juta orang yang beli dan pasang lemari es dan magic jar sehingga kebutuhan listrik naik," demikian ungkapan Budi.

Tetapi banyaknya kelas menengah tak selalu menimbulkan dampak buruk. Disebutkan Budi, banyaknya kelas menengah merupakan sebuah potensi.

"Kita lihat berapa banyak yang akhirnya orang butuh bank untuk kredit, atau berapa banyak orang yang akan cari investasi. Atau berapa banyak orang yang nanti akan butuh asuransi," tuturnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads