Pemerintah Siapkan 5 Opsi Kenaikan BBM Tahun Depan
Kamis, 02 Des 2004 16:02 WIB
Jakarta -
Pemerintah menyiapkan lima alternatif rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tahun depan dengan menggunakan dua asumsi harga minyak. Harga itu didasarkan pada patokan harga minyak pada APBN 2005 sebesar US$ 24 per barel dan prediksi rata-rata harga minyak Indonesia US$ 35 per barel. Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro saat raker dengan komisi VII DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis, (2/12/2004). Menurut Purnomo, alternatif itu diantaranya menaikkan harga diesel dan minyak bakar."Dengan asumsi harga minyak US$ 24 per barel maka kita bisa menekan subsidi yang diperkirakan Rp 19 triliun menjadi Rp 13 triliun. Sedangkan jika harga minyak US$ 35 per barel, maka subsidi yang diprediksikan mencapai Rp 53 triliun bisa dikurangi menjadi Rp 36 triliun," ujarnya.Alternatif kedua, adanya kenaikan pada jenis diesel, minyak bakar dan premium. Dengan asumsi harga minyak US$ 24 per barel maka subsidi diperkirakan hanya menjadi Rp 12 triliun dan jika harga minyak US$ 35 per barel maka subsidi menjadi Rp 25 triliun.Sedangkan opsi ketiga adalah menaikkan harga minyak bakar, diesel dan premium. Sedangkan jenis solar dan minyak tanah hanya naik sebagian. "Masih ada 3 opsi lain, ini akan dibahas di sidang kabinet besok. Alternatif-alternatif ini juga akan dibicarakan pula dengan DPR. Hingga saat ini berapa prosentase kenaikan dan kapan diberlakukan belum diputuskan," jelas Purnomo.Ditambahkannya pula, kenaikan BBM diyakini tidak akan menimbulkan gejolak inflasi di dalam negeri sepanjang pasokan komoditi disiapkan dengan baik. "Kalau tidak dibarengi dengan pasokan komoditi yang baik maka bisa menyebabkan kenaikan harga yang mempengaruhi inflasi," kata Purnomo.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































