RI Bisa Rugi Banyak Bila Hubungan dengan Singapura Memanas

RI Bisa Rugi Banyak Bila Hubungan dengan Singapura Memanas

- detikFinance
Rabu, 12 Feb 2014 15:52 WIB
RI Bisa Rugi Banyak Bila Hubungan dengan Singapura Memanas
Jakarta - Hubungan politik antara Indonesia dan Singapura saat ini sedang memanas. Faktor pemicunya adalah penamaan Usman-Harun kepada salah satu kapal TNI Angkatan Laut Indonesia. Pengusaha menilai rugi bagi Indonesia bila hubungannya dengan Singapura memanas.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan, harus ada penyelesaian masalah politik antara kedua negara. Jangan sampai masalah politik itu menyebar ke sektor ekonomi. Karena menurutnya, banyak kerugian yang Indonesia derita bila hubungan politik kedua negara terus memanas.

"Selain kita banyak impor minyak dari Singapura, Singapura selama ini juga dijadikan hub (pintu masuk) produk ekspor kita (ke negara ASEAN) karena kapal-kapal sebagian besar harus melalui Singapura jadi kita dirugikan," ungkap Sofjan saat ditemui di Hotel Indonesia Kempinsky Jakarta, Rabu (12/02/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia harus mengimpor 900.000 barel minyak mentah dan BBM tiap hari dari total kebutuhan 1,4 juta barel per hari. Faktanya hampir sebagian besar minyak mentah dan BBM itu diimpor dari Singapura.

Selain itu, letak geografis Singapura yang cukup strategis di Selat Malaka, membuat kapal-kapal besar rutin melakukan bongkar muat dan transit menuju negara-negara ASEAN lainnya.

Untuk itu, pemerintah Indonesia diminta tidak emosional menanggapi sikap panas dari Singapura.

"Saya rasa kita harus kalem dulu dari masalah Singapura itu, jangan hanya karena masalah nama kita lebih emosiaonal dari seharusnya dan kita selesaikan dengan sebaik-baiknya. Jangan terlalu jauh mempolitisasi masalah ini dan saya harap kerjasama ekonomi kita jalan terus saja," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi ikut menanggapi kisruh politik antara Indonesia dan Singapura. Menurut Bayu sampai saat ini belum ada gangguan perdagangan dari kedua negara.

"Singapura adalah mitra dagang kita yang utama yang ada di dalam top ten (10 besar). Singapura penting dalam perdagangan. Apa yang terjadi sekarang dalam hubungan kita dengan Singapura belum ada dampaknya kepada perdagangan dan masih berjalan normal," jelasnya.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads