"Miras (impor) kita jalan. Miras saya lagi pusing, kuotanya belum turun," ujarnya di acara diskusi di Jalan Sabang, Jakarta, Kamis (20/2/2014).
Menurutnya, kuota impor yang akan dilakukan Sarinah nanti tergantung rekomendasi dari Kementerian Perdagangan.
"Kuotanya nanti tergantung dari Kementerian Perdagangan karena belum keluar tahun ini. Miras jalan tapi kuota belum tahu," ujarnya.
Ia menambahkan, penjualan minuman keras ini menyumbang 10% ke total pendapatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. Selain Sarinah, ada 14 importir lain di dalam negeri yang melakukan impor miras.
(ang/dru)











































