Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Mira Amahorseya mengatakan laba pada tahun 2013 mengalami kenaikan 9% dari tahun sebelumnya yaitu dari Rp 25,7 Miliar pada 2012 menjadi Rp 28,2 miliar di 2013. Pendapatan total pada 2013 adalah Rp 313 miliar, diprediksi pada tahun ini penjualan akan meningkat namun laba akan menurun.
"Penjualan optimis naik tapi di laba menurun kita terpaksa realistis di 2014 selain tahun politik listrik bulanan naik, UMP juga naik, PBB (pajak bumi bangunan) juga naik itu yang buat beban jadi bengkak, apalagi ini tahun politik," ucap Mira pada acara diskusi soal BUMN di tahun politik, di Jalan Sabang, Jakarta (20/2/2014).
Ia menegaskan proyeksi turunnya laba ini, bukan berarti karena perseroan jadi 'Sapi Perah' karena kena 'palak' oknum pemilik kekuasaan. Ia mengklaim perusahaannya tak mungkin menjadi sapi perah.
Mira menegaskan PT Sarinah bukan sapi perah bagi politisi, karena PT Sarinah merupakan BUMN yang skala kecil dibanding dengan BUMN lainnya.
"Sarinah nggak terlalu gede-gede banget. Dan nggak jualan sapi, jadi nggak mungkin diperah. Sarinah tetap profesional dan transparan, sarinah tidak akan menjadi sapi perah. Sarinah juga nggak gede kok, kalau Pertamina PGN itu baru BUMN gede," katanya.
Ia bercerita saat rapat dengan DPR yang dihadiri dengan BUMN lainnya pernah ada anggota DPR yang mengatakan bahwa PT Sarinah itu harus berjualan dengan receh-receh atau nominal yang kecil karena bergerak di bidang ritel.
"Jangan ngomong saja, kamu tinggal duduk dapat pendapatan, lihat tuh Sarinah jualan hari-hari receh-receh mesti jualan," kata Mira saat menceritakan ulang peristiwa itu.
BUMN yang memiliki pegawai 585 ini dikenal sebagai perusahaan plat merah yang mengelola bisnis gedung pusat perbelanjaan atau department store Sarinah Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.
(hen/hen)











































