Ketika Presiden Pun Tergoda Operasi Plastik

'Permak' Wajah Ala Pemimpin Negara (1)

Ketika Presiden Pun Tergoda Operasi Plastik

- detikFinance
Senin, 03 Mar 2014 09:58 WIB
Ketika Presiden Pun Tergoda Operasi Plastik
Muammar Khadafi semasa hidup. (Foto: Reuters)
Jakarta - Operasi plastik untuk kecantikan telah tumbuh menjadi industri besar, setidaknya di Amerika Serikat. American Society of Plastic Surgeon mencatat, selama empat tahun terakhir trennya terus bertumbuh.

Besaran industri ini di seluruh dunia telah mencapai US$ 40 miliar secara global, pada 2013. Di AS sendiri, tahun ini diprediksi bakal mencapai US$ 1,8 miliar. Sementara pada 2015, ada yang memprediksi bakal mencapai US$ 15 miliar.

Negara-negara yang mendominasi pasar operasi plastik adalah Amerika Serikat, China, Brasil, Meksiko, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki, dan Spanyol.

Dr Rod Rohrich, kepada Bizjournal.com mengatakan bahwa pertumbuhan operasi plastik di AS dipicu makin populernya Botox dan filler setelah badan pengawas obat-obatan di sana memberikan izin bagi sejumlah obat atau produk operasi plastik, termasuk Botox dan yang berkaitan dengan filler (lihat infografis di bawah).

Tapi bagaimana Botox dan filler menjadi populer di dalam industri kosmetika dan operasi plastik?

Botox adalah singkatan dari Botulinum toxin. Sejatinya ia termasuk protein dan neurotoxin yang diproduksi dari bakteri Clostridium botulinum dan merupakan kandungan beracun yang berbahaya. Tapi ada beberapa tipe Botox yang aman dipakai di industri kecantikan dan medis, yaitu tiga macam tipe A dan satu macam tipe B. Penyuntikan Botox ke dalam wajah manusia dapat mencegah berkembangnya keriput dengan cara 'melumpuhkan' otot-otot wajah untuk sementara.

Di Australia, lembaga pemerintah Pharmaceutical Benefits Scheme (PBS) yang khusus memberikan subsidi obat supaya bisa dijangkau masyarakat luas, kemarin telah memasukkan Botox ke dalam daftar obat resep yang disubsidi, khusus untuk penanganan penyakit migrain akut.

Sedangkan filler dikenal pula dengan istilah dermal filler, merupakan prosedur penyuntikan cairan ke dalam kulit untuk menambah volume, menghilangkan keriput, sehingga wajah tampak lebih segar dan kencang. Sebagaimana Botox, prosedur ini lebih murah daripada operasi.

โ€œDengan Botox dan filler, Anda bisa menunda operasi di wajah, paling tidak satu dekade atau lebih lama lagi,โ€ kata Dokter Rohrich, pada pekan lalu.

Nah, hari ini menarik untuk mengulas bagaimana operasi plastik itu ternyata tak hanya menjadi domain-nya kalangan selebritas atau masyarakat umum. Operasi plastik ternyata sudah merambah ke kantor-kantor kepresidenan atau pemerintahan. Tengok saja kelakuan eks pemimpin Libya, almarhum Muammar Khadafi, semasa hidupnya atau yang terjadi pada eks Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi.

Juga jangan lupakan nama Vladimir Putin dari Rusia, yang saat ini sedang pusing di tengah memanasnya hubungan Rusia dan Ukraina yang terancam perang.

Masih ada beberapa nama pemimpin negara yang disebut-sebut telah melakukan operasi plastik. Pertanyaannya, mengapa mereka melakukan operasi plastik? Ingin kelihatan lebih muda dan cantik atau tampan? Atau ada alasan lain? Simak laporan khusus detikFinance hari ini.

(DES/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads