Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 04 Mar 2014 12:05 WIB

Di Awal Tahun Impor Garam Melonjak 75%

- detikFinance
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai dan volume impor garam di awal tahun 2014 meningkat signifikan. Kenaikan volume dan nilai impor garam pada Januari 2014 dibandingkan Januari tahun lalu melonjak di atas 70%.

Berdasarkan data BPS yang dikutip detikFinance, Selasa (4/3/2014), total garam yang diimpor selama Januari 2014 mencapai 278 ribu ton atau naik 78% secara volume. Sedangkan nilai impornya mencapai US$ 13,4 juta atau naik 75% secara nilai impor.

Pada periode yang sama tahun lalu pada Januari 2013, impor garam tercatat hanya sebesar 156 ribu ton dengan nilai impor US$ 7,7 juta.

Dari total impor garam di Januari 2014, garam dari Singapura sebanyak 3,1 ton dengan nilai US$ 17 ribu. Tahun 2013 lalu, impornya mencapai 9 ton atau US$ 16 ribu.

Negara lainnya yang ikut memasok garam ke Indonesia antaralain Australia dengan volume mencapai 183 ribu ton atau US$ 9,2 juta, India 94 ribu ton atau US$ 3,9 juta, Selandia Baru 384 ribu ton atau US$ 147 ribu.

Kemudian garam juga diimpor dari benua Eropa, yaitu Jerman dengan volume sebesar 48 ribu ton atau US$ 137 ribu. Serta akumulasi dari negara lainnya dengan total 105 ton atau US$ 14 ribu.

Indonesia memang masih mengimpor garam khususnya untuk keperluan industri, sedangkan untuk rumah tangga sudah bisa dipenuhi dari dalam negeri.



(mkl/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com