"Saya merasa bahwa memang ada suatu permasalahan di dalam kompetisi. Kita ini kan bagian dari suatu sistem internasional. Pertandingan ini selalu diatur 11 lawan 11 kalau dalam sepakbola. Dimana kesebalasan itu tidak dapat menyalahkan satu dengan yang lainnya," ungkap Lutfi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta, Selasa (4/03/2014).
Menurutnya cara yang bisa dilakukan adalah meningkatkan harga jual apel lokal di tingkat petani. Lutfi menyadari dengan maraknya peredaran buah apel impor justru merugikan petani Apel Malang.
"Yang paling penting di dalam BPS kemarin nilai tukar pertanian menunjukkan kuat terjadi kenaikan harga dan korbannya petani. Jadi artinya petani kita ini juga konsumen dan kita cari angka yang baik. Jadi pedagang ini mesti diberdayakan agar petani kita lebih sejahtera," imbuhnya.
Ia pun menyadari tidak punya banyak waktu yang bisa dilakukan di masa pemerintahannya untuk menyelesaikan kisruh soal apel impor. Ia menargetkan tetap akan menciptakan perdagangan yang adil di dalam negeri.
"Akan terjadi perdagangan yang bermanfaat yang penting untuk menciptakan keadilan. Kita ini istilahnya sampai akhir bulan Oktober yang kita lakukan mesti kita lakukan," jelasnya.
(wij/hen)











































