Rakyat Papua: Dana Otsus Besar, Kami Tetap Miskin

Laporan dari Papua (2)

Rakyat Papua: Dana Otsus Besar, Kami Tetap Miskin

- detikFinance
Rabu, 05 Mar 2014 12:06 WIB
Rakyat Papua: Dana Otsus Besar, Kami Tetap Miskin
Ilustrasi (Foto: Antara)
Jayapura - Sudah lebih dari satu dekade pemerintah pusat menggelontorkan puluhan triliun rupiah untuk anggaran dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Dana ini diberikan dengan harapan meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan Papua dengan daerah lainnya.

Namun ternyata keberadaan dana Otsus tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat Papua. "Dana Otsus? Saya tahu itu, sudah lama dikasihkan ke Papua," kata Pieter, seorang pedagang koran eceran di Jayapura, Rabu (5/3).

Namun, sampai saat ini Pieter belum merasakan perubahan akibat pemberian dana Otsus. "Kami di Papua masih seperti ini, masih miskin," katanya.

Menurut Pieter, dana itu mestinya dikucurkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua, seperti mendirikan sekolah dan penyediaan lapangan pekerjaan. “Biar kami tidak miskin terus seperti ini," tuturnya.

Tidak hanya rakyat kecil seperti Pieter, bahkan dana Otsus yang kurang efektif pun diakui oleh petinggi di Papua. "Itu memang riil, tidak ada perubahan signifikan. Mungkin memang ada yang salah dari awal sampai 12 tahun ini," ujar Lukas Enembe, Gubernur Papua.

Sebelumnya, Rizal Djalil, Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan bahwa setiap penambahan dana Otsus sebesar Rp 1 juta hanya meningkatkan IPM Papua 0,000001521. Kemudian setiap tambahan Rp 1 juta dana Otsus hanya menurunkan persentase penduduk miskin di Papua sebesar 0,00000172 atau mendekati nol.

"Pergeserannya hanya terjadi di angka koma. Tetap akan miskin kalau kita tidak ubah," kata Gubernur Lukas. Dia menilai ada yang salah dalam perputaran dana Otsus Papua. Selama ini kebanyakan dana Otsus mengalir ke sektor konstruksi yang bahannya dibeli di Pulau Jawa.

"Dana semakin besar masuk tetapi tidak berputar di Papua karena belanja konstruksi di Jawa. Hanya mampir sebentar di sini lalu kembali lagi," ujar Gubernur Lukas.

Oleh karena itu, Gubernur Lukas ingin semua aktivitas dilakukan di Papua sehingga manfaat dana Otsus bisa dirasakan oleh masyarakat lokal. "Saya minta semua yang berkantor di Papua, termasuk semen, industri, smelter, ekspor-impor, lakukan di Papua. Kalau tidak ini seperti gula. Semut putih banyak datang tetapi orang Papua masih tertinggal," katanya.





(hds/DES)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads