Lepas dari Jepang, Kinerja Inalum Diminta Tak Anjlok

Lepas dari Jepang, Kinerja Inalum Diminta Tak Anjlok

- detikFinance
Kamis, 06 Mar 2014 12:03 WIB
Lepas dari Jepang, Kinerja Inalum Diminta Tak Anjlok
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan kinerja PT Inalum harus tetap terjaga setelah pemerintah pusat telah memiliki sepenuhnya saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) setelah diambil dari konsorsium perusahaan Jepang.

Ia meminta jangan sampai setelah 30 tahun dikelola Jepang, kinerja Inalum malah anjlok saat dikelola oleh orang Indonesia. BUMN baru ini harus bisa meningkatkan produksinya menjadi 470 ribu ton alumunium ingot per tahun.

"Untuk kinerjanya, jangan sampai setelah 30 tahun balik ke Indonesia kinerjanya menurun. Itu yang akan dijaga," kata Hidayat di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (6/3/2014)

Saat ini produksi alumunium ingot mencapai 250.000 ton per tahun. Hidayat mengatakan akan dilakukan berbagai upaya untuk mencapai target tersebut seperti adanya roadmap. Diharapkan pada tahun 2017, target tersebut bisa tercapai.

"Ini akan dilakukan peningkatan produksi menjadi 470.000 ton," ujarnya.

Menurut Hidayat, esensinya adalah agar perusahaan BUMN ke-141 tersebut lebih baik dibandingkan saat dipegang Jepang. Ia menilai percuma jika diambil alih Indonesia, namun kinerjanya malah jadi menurun.

"Esensinya agar supaya Inalum ini nanti menjadi lebih baik dibanding ketika saat dipegang Jepang," sebutnya.

Dari total produksi Inalum sebesar 80% akan disalurkan untuk kebutuhan dalam negeri. Jika sudah terpenuhi, baru nanti dialihkan untuk ekspor.

"Market di domestik bisa terima 80%, dan nanti diharapkan ekspor manakala kebutuhan prduksi dalam negeri terpenuhi. Idealnya begitu," kata Hidayat.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads