Produsen Samsung Hingga Apple Incar Timah dari Bangka

ADVERTISEMENT

Produsen Samsung Hingga Apple Incar Timah dari Bangka

- detikFinance
Jumat, 14 Mar 2014 10:10 WIB
Pangkal Pinang - Produsen smartphone dunia seperti Samsung dan Apple mengincar pasokan timah dari Bangka-Belitung. Dua produsen elektronika tersebut sempat mengirim tim ke Bangka-Belitung.

"Indonesia itu salah satu eksportir timah terbesar di dunia. 80% produksinya diekspor, termasuk di pabrik smelting kami yang 100% produksi timah ingot (batangan) diekspor ke luar negeri," ucap Direktur United Smelting Johanes Irving Tedy, ditemui di Pabriknya Kawasan Industri Pangkal Pinang, Bangka, saat kunjungan detikFinance Rabu (12/3/2014).

United Smelting merupakan perusahaan pemurnian mineral (smelter) swasta di Bangka. Selama ini mereka mengolah pasir timah menjadi timah ingot batangan dengan kadar antara 90%-93% seluruhnya diekspor.

"Timah nggak ada yang bisa sampai 100% murni," katanya.

Johanes mengatakan, ekspor timah batangan dari pabriknya selama ini lebih banyak ke Jepang, Amerika Serikat dan Taiwan. Oleh negara tersebut banyak digunakan untuk industri otomotif dan elektronika.

"Bahkan kami beberapa hari lalu didatangi tim survei dari Samsung dan juga Apple. Mereka mengecek di sini kualitas timah kami dan apakah bisa memasok dalam jangka waktu panjang. Kami nyatakan siap, karena produksi kami tiap tahun mencapai 5.000 ton-6.000 ton," ucapnya.

Johanes menambahkan, bagi produsen elektronika khususnya ponsel seperti Samsung dan Apple, timah merupakan barang yang sangat penting, karena dipakai untuk komponen smartphone.

"Timah ini belum ada barang penggantinya, jadi tanpa timah smartphone tidak akan ada. Timah ini kuat, ringan dan tahan karat," katanya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi timah Indonesia pada 2013 mencapai 44.000 ton, sebagai salah satu produsen terbesar timah di dunia, Indonesia memutuskan untuk mengerem produksi timahnya, tahun 2014 ditargetkan produksi timah hanya mencapai 42.000 ton.



(rrd/hen)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT