Sofjan menilai pencapresan Jokowi mirip saat Barack Obama menjadi calon presiden hingga sukses menduduki Presiden Amerika Serikat. Tanpa diduga, Obama bisa menjadi orang nomor 1 di Amerika. Terpilihnya Obama menjadi presiden membawa angin segar di Amerika saat itu.
"Dia kayak Obama di Amerika, mana bisa orang kulit hitam jadi presiden dari orang yang mayoritasnya kulit putih," kata Sofjan kepada detikFinance, Sabtu (15/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal Jokowi tidak lahir dan tinggal di Jakarta. Sofjan menilai, selama menjadi Gubernur DKI Jokowi memiliki berbagai pencapaian. Hal ini menurut Sofjan, bisa menjadi bekal untuk pencapresan Jokowi.
"Dia lakukan pekerjaan yang baik. Dia benahi Waduk Pluit, Tanah Abang jadi baik, dia bikin perumahan rakyat. Untuk pengaturan sungai dia nggak main gusur, ada alternatif. Itu contoh kecil," sebutnya.
Kalangan pengusaha menyambut positif pencapresan Jokowi karena ia bukan berasal dari Ketua Umum Partai dan merupakan calon pemimpin berusia muda jika dibandingkan dengan calon-calon presiden yang muncul di 2014.
Meski demikian, menurut Sofjan, kalangan pengusaha belum menyatakan sikap akan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden tahun 2014-2019.
"Kita nggak bisa memutuskan. Ini belum selesai. Kita nggak model dukung-mendukung. Kita liat pasangannya. Ini kita liat. Apakah dia punya platform pembangunan ekonomi. Platform ekonomi kita harus tahu," jelasnya.
Sofjan menjelaskan, jika Jokowi berhasil menjadi Presiden RI, maka masih banyak pekerjaan rumah di bidang ekonomi. Seperti menaikkan pertumbuhan ekonomi, menggenjot pembangunan infrastruktur dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dalam jumlah besar.
"PR-nya, di bidang ekonomi supaya pertumbuhan ekonomi bisa 10%. Bisa beri pekerjaan ke masyarakat, bikin infrastruktur dan persatukan bangsa kita yang sudah pecah," ujarnya.
(feb/ang)











































