PSSI Buka Suara Soal Dugaan Monopoli Hak Siar ISL

PSSI Buka Suara Soal Dugaan Monopoli Hak Siar ISL

- detikFinance
Selasa, 18 Mar 2014 17:12 WIB
PSSI Buka Suara Soal Dugaan Monopoli Hak Siar ISL
La Nyalla Mattalitti
Jakarta - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) buka suara soal dugaan praktik monopoli hak siar Indonesia Super League (ISL) yang sedang diselidiki oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Pihak PSSI menjelaskan penunjukan BV Sport sebagai pemegang lisensi hak siar ISL memang dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) oleh PT Liga Indonesia bukan dengan proses tender. PT Liga Indonesia merupakan perusahaan penyelenggara ISL di bawah PSSI.

"(Penunjukan BV Sport) melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)," ungkap Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti kepada detikFinance, Selasa (18/03/2014).

Mengapa tidak dilakukan melalui proses tender?

La Nyalla beralasan PT Liga Indonesia merupakan perusahaan swasta yang ingin mendapatkan keuntungan besar. Sedangkan bila menggunakan skema tender maka yang keluar justru pihak penawar yang paling murah.

"Tidak ada urusannya dengan tender, tetapi perusahaan ini kan mau cari untung jadi itu (penunjukan RUPS) yang kita pakai. Tender itu adalah penunjukan yang paling murah. Kita ini bukan BUMN, Liga Indonesia itu perusahaan swasta," imbuhnya.

Sayangnya La Nyalla tidak menjelaskan secara detil berapa nilai kontrak yang PSSI dapatkan dari BV Sport atas hak siar ISL. Ia meminta KPPU tidak usah ikut campur soal hak siar ISL.

Ia menegaskan PT Liga Indonesia merupakan perusahaan swasta yang tidak pernah meminta satu sen pun dari uang negara.

"Jadi ini swasta. Nggak ada hubungannya kita pakai uang pemerintah," katanya.

Sebelumnya KPPU berencana memanggil manajemen stasiun televisi terkait seperti pihak Media Nusantara Citra (MNC) serta Visi Media Asia atau Viva Group. KPPU pekan lalu telah memanggil Menpora Roy Suryo.

Menurut Juru Bicara KPPU Mohammad Reza hak siar ISL selama ini dipegang oleh BV Sport. Perusahaan ini berwenang memproduksi 250 siaran langsung pertandingan ISL. BV Sport kemudian membagikan hak siar terrestrial ke MNC dan VIVA. MNC kebagian 70 pertandingan lalu VIVA 30 pertandingan. Adapun sisanya dijual ke stasiun televisi berbayar, K-Vision.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads