Raskin dan Transportasi Tak Akan Dapat Pengalihan Subsidi BBM
Kamis, 09 Des 2004 14:59 WIB
Jakarta -
Pemerintah tampaknya tidak akan mengalihkan subsidi BBM bagi program beras untuk rakyat miskin (raskin) dan subsidi biaya transportasi. Pasalnya program tersebut berdasarkan pengalaman dinilai kurang berhasil."Kalau untuk raskin kita masih akan lihat lagi dan kita akan meminta berbagai masukan," kata Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/12/2004). Raker itu juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dan Menteri Keuangan Jusuf Anwar.Sedangkan untuk subsidi biaya transportasi, Sri Mulyani melihat kemungkinan hal itu tidak akan diberikan karena pengadministrasiannya sangat sulit dilakukan. Menurutnya, program pengalihan subsisi BBM akan difokuskan pada program pendidikan, khususnya bea siswa, kesehatan, dan infrastruktur desa. Untuk program kesehatan, pemerintah akan memfokuskan pada peningkatan pelayanan di tingkat puskesmas untuk mengurangi tingkat kematian ibu yang melahirkan. Selain itu, dalam program 100 hari pemerintah akan memberikan subsidi bagi rumah sakit kelas III. Sedangkan untuk infrastuktur desa akan diberikan untuk sektor-sektor padat karya yang berhubungan dengan pertanian, seperti jalan dan irigrasi.
(nit/)










































