BUMN Operator Tanjung Perak Ini Setor Rp 1,1 T ke Negara

BUMN Operator Tanjung Perak Ini Setor Rp 1,1 T ke Negara

- detikFinance
Jumat, 21 Mar 2014 16:14 WIB
BUMN Operator Tanjung Perak Ini Setor Rp 1,1 T ke Negara
Jakarta - BUMN operator pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) mengaku menyetor uang ke negara Rp 1,12 triliun. Setoran itu berupa pajak Rp 694 miliar, kontribusi jasa pemanduan dan penundaan Rp 6 miliar, serta dividen Rp 420 miliar.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan, kontribusi perseroan kepada negara tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Menurutnya, tahun 2012 lalu Pelindo III menyetor Rp 937 miliar kepada negara.

"Kontribusi kami kepada negara secara keseluruhan naik 19,5%. Itu tak lepas dari meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III di tahun 2013 kemarin," kata Djarwo dalam siaran pers, Jumat (21/3/2014)

Lebih lanjut Djarwo mengatakan, perseroan mengalami pertumbuhan keuangan yang cukup signifikan. Ia merinci pendapatan perusahaan di tahun 2013 sebesar Rp 5,12 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 1,2 triliun. Pada tahun 2012, pendapatan Pelindo III tercatat sebesar Rp 4,42 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 950 miliar.

"Meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III tak lepas dari peningkatan arus kapal dan barang di pelabuhan-pelabuhan yang kami kelola," terangnya.

Dia menyatakan arus kapal meningkat dari 74.915 unit di tahun 2012 menjadi 78.189 unit di tahun 2013. Peningkatan arus kapal juga didukung dengan ukuran-ukuran kapal yang semakin besar, sebelumnya tercatat 262.790 GT, di tahun 2013 tercatat 298.607 GT.

Demikian halnya dengan arus barang, Djarwo menjelaskan kenaikan arus barang yang cukup terlihat terjadi pada arus petikemas. Tahun 2012 lalu, jumlah petikemas yang melalui pelabuhan Pelindo III sebanyak 3,9 juta TEU’s. Sedangkan di tahun 2013 kemarin, jumlah itu meningkat menjadi 4,1 juta TEU’s.

"Ini menunjukkan bahwa pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III mulai ramai. Bahkan ada beberapa pelabuhan yang membutuhkan pengembangan guna mengantisipasi kelebihan kapasitas," tambahnya.

Serangkaian pengembangan dan peningkatan layanan dimaksud diantaranya dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Petikemas Semarang (TPKS), dan Pelabuhan Banjarmasin.

Pelabuhan Tanjung Perak misalnya, kapasitas pelabuhan terbesar di lingkungan Pelindo III itu sudah berlebih. Oleh karenanya, Pelindo III telah melakukan pembangunan Terminal Teluk Lamong guna mengantisipasi kelebihan kapasitas tersebut. Proyek yang menelan biaya sekitar Rp 3,4 triliun itu rencananya akan diuji coba pada bulan Mei mendatang.

“Perkembangan pembangunan fisik kini sudah mencapai 90% dan alat bongkar muat diperkirakan akan tiba pada bulan April 2014. Kami optimis Terminal Teluk Lamong bisa diuji coba Mei 2014 mendatang,” tutup Djarwo.


(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads