Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Saut P Hutagalung mengatakan, Indonesia baru saja mengikuti pameran di Boston Convention Center, Amerika Serikat pada 16-18 Maret 2014. pameran ini yang terbesar yang pernah dikuti di Amerika Serikat.
"Ini adalah pameran terbesar di Amerika Serikat yang pernah kita ikuti, tujuan pameran ini adalah untuk mencapai target ekspor ikan kita tahun ini sebanyak US$ 5,1 miliar dari realisasi US$ 4,2 miliar pada 2013 atau naik US$ 900 juta," kata Saut di acara jumpa pers di Resto Cava, Cikini, Jakarta (26/3/2014).
Saut menambahkan, pameran tersebut diikuti oleh 17 perusahaan. Paling banyak dicari pada pameran itu adalah ikan tuna, kakap merah, dan udang.
"Dalam pameran itu diperkirakan terjadi transaksi mendekati US$ 50 juta, untuk 16 perusahaan yang masuk itu ada US$ 49 juta yang satu belum masuk datanya," imbuhnya.
Saut menambahkan, ekspor produk ikan dan seafood Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2013 mencapai US$ 1,4 miliar atau sebesar 139,9 ribu ton dengan komoditas 65% berupa udang.
"Ekspor kita ke Amerika mendekati US$ 1,4 miliar/tahun, kurang lebih hampir 140 ribu ton, dan 65% itu berupa udang," tambahnya.
Pada pameran tersebut juga diadakan seminar, tujuannya agar dapat mendengar keluhan dari para pembeli ikan.
"Yang paling penting adalah kita mulai memperkenalkan branding seafood Indonesia, aman dikonsumsi dan berkelanjutan, jadi arah kebijakan seperti itu, sehingga cara budidaya penangkapan itu yang berkelanjutan,"
Para perusahaan Indonesia yang ikut serta di pameran tersebut antara lain, PT Sekar Bumi, PT CP Prima, PT Awindo International, PT Inti Lautan fajar Abadi, PT Indokom, PT Lautan Niaga Jaya, PT Bumi Menara Internusa, PT Bahari Biru Nusantara, PT Medan Tropical Canning, PT Dharma Samudra, PT Benua Agri Sejahtera, CV Pasific Harvest, CV Prima Indo Tuna, PT Alam Jaya, PT Tuna Permata Rezeki, PT Wirontono Baru, dan PT Toba Surimi.
(rrd/dnl)











































