"Diharapkan 2017 mulai produksi," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Pesawat N219 saat ini memasuki masa pengembangan. Direncanakan pesawat N219 bisa diperkenalkan ke publik dan calon pembeli (roll out) paling lambat pada tahun 2016.
"Pesawat N219 itu jalannya sudah mulai tahun ini, tahun 2016 sudah ada purwarupanya sudah jadi, yang buat PTDI dan Lapan. Habis itu diproduksi tahun berikutnya," sebutnya.
Seperti diketahui, N219 merupakan pesawat baling-baling berkapasitas 19 penumpang. Pesawat ini dirancang untuk melayani penerbangan hingga pelosok negeri. Pesaing terberat N219 adalam pesawat generasi lama jenis Twin Otter.
Pesawat N219 dirancang menggunakan teknologi terbaru dari pesawat NC212i dan CN235. Diharapkan dengan perpaduan teknologi itu, N219 mampu menjadi pesawat canggih dengan harga terjangkau.
Ketika berhasil diperkenalkan ke publik pada 2016 dan mulai diproduksi di 2017, pesawat N219 akan menjadi pesawat pertama PTDI yang dijual secara komersial.
PTDI sempat merancang pesawat propeller N250 dan pesawat jet N2130, namun kedua pesawat itu, berhenti pengembangannya sebelum berhasil diproduksi secara massal karena perintah International Monetary Fund (IMF) pasca krisis ekonomi tahun 1998.
Pesawat N219 ini, telah memperoleh sambutan hangat dari industri penerbangan tanah air, meskipun belum diperkenalkan ke publik. Maskapai besar tanah air seperti Lion Air telah menyatakan niat membeli 100 unit N219.
(feb/dnl)











































