Ical: APBN Biayai Proyek Infrastruktur Hanya 20 Persen
Senin, 13 Des 2004 18:15 WIB
Jakarta -
Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie memaparkan, dari seluruh proyek infrastruktur sampai pada tahun 2009, APBN hanya akan membiayai sampai 20 persennya saja. Sisanya akan diserahkan pembiayaannya kepada swasta lokal dan internasional.Hal itu dikatakan Ical sebutan Aburizal Bakrie usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kantor Kepresidenan di Jalan Medan Merdeka Utara, Senin (13/12/2004). Ical bertemu dengan Presiden SBY bersama dengan Menneg Perencanaan Pembangunan dan Kepala Bappenas, Sri Mulyani dalam rangka melaporkan persiapan penyelenggaraan Infrastructure Summit pada tanggal 17-18 Januari 2004 di Jakarta.Saat ini, kata Sri Mulyani, seluruh proyek infrastruktur nasional nilainya mencapai Rp 1000 triliun. "Dari 80 persen total proyek yang pembiayaannya diserahkan ke swasta sebanyak 60 persen ditujukan bagi swasta internasional dan sisanya untuk swasta lokal," ungkapnya.Proyek infrastruktur tersebut meliputi pembangunan jalan raya, telekomunikasi, energi dan sebagainya. Selain itu, kepada presiden juga dilaporkan tentang rencana Menko Perekonomian membuat legal maping terhadap aturan-aturan yang terkait dengan infrastruktur.Menurut Sri Mulyani, legal maping dibutuhkan untuk mengetahui aturan mana saja untuk pemerintahan sebelumnya yang menghambat minat investasi di bidang infrastruktur. "Kalau pembangunan jalan raya peraturan apa yang jadi masalah. Di telekomunikasi apa pula masalahnya. Selama tidak menyangkut parlemen kami harapkan sebelum tanggal 17 Januari aturan-aturan yang memberatkan diganti dengan yang baru, baik dengan Kepmen atau PP sehingga kita bisa jelaskan perubahannya kepada calon investor," kata Sri.Ajang Infrastructure Summit yang digelar pertengahan Januari tahun depan, merupakan medium bagi pemerintah untuk menjelaskan tentang arah kebijakan strategi pembangunan dan program pembangunan infrastruktur nasional juga peluang investasi dan infrastruktur antara tahun 2005 sampai 2009.Presiden SBY juga mempromosikan Infrastructure Summit kepada para kepala negara dalam KTT APEC dan Asean Summit di Laos beberapa waktu lalu agar mengajak para investor di negerinya untuk menanam investasi di Indonesia. Infrastructure Summit hanya akan diikuti 500 calon investor yang mendapat undangan pemerintah."Kita tidak boleh gagal menggelar Infrastructure Summit. Bayangkan presiden langsung yang mempromosikannya," kata Ical.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































