Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 14 Apr 2014 07:48 WIB

Sisi Gelap Gemerlapnya Ekonomi Dubai

- detikFinance
Halaman 1 dari 12
Jakarta - Bagi sebagian besar orang, Dubai merupakan wilayah yang memiliki kekayaan berlimpah, sinar matahari, pasir, air, gedung-gedung tinggi, kemewahan, dan keindahan yang luar biasa.

Dubai secara resmi terbentuk pada 9 Juni 1833 ketika seorang pria bernama Sheikh Maktoum bin Butti Al-Maktoum membawa sedikitnya 1000 anggota sukunya untuk pindah ke Dubai Creek. Pada tahun 1971, Dubai resmi bergabung dengan Uni Emirat Arab bersama ibukota Abu Dhabi, Ajman, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm al-Quwain.

Pada saat itu, belum banyak desa di sana, dan masih banyak penemuan minyak. Selama kurang lebih 40 tahun terakhir, kota ini dipenuhi gedung-gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, gedung tertinggi di dunia (Burj Khalifa), pulau buatan dan hotel.

Tapi ada sisi gelap di balik tumbuhnya kemewahan Dubai. Dubai punya masa lalu yang luar biasa kelam yang tidak banyak orang tahu. Berikut 5 sisi gelap Dubai seperti dikutip detikFinance dari TheRichest, Senin (14/4/2014).

(drk/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com