Peramalnya Satu, Kliennya Penguasa dan Bos di Asia

Bisnis Meramal (5)

Peramalnya Satu, Kliennya Penguasa dan Bos di Asia

- detikFinance
Jumat, 25 Apr 2014 16:48 WIB
Peramalnya Satu, Kliennya Penguasa dan Bos di Asia
Foto: Bangkok Post
Jakarta - Bukan rahasia jika peramal atau ahli spiritual seringkali berada di balik sebuah kesuksesan dan kekuasaan. Di Myanmar, ada seorang peramal yang terkenal. Bahkan para petinggi negara maupun pebisnis top pernah ‘curhat’ kepadanya.

Peramal ini dipanggil dengan sebutan ET. Penampakannya kurang meyakinkan. Tubuhnya kecil, rapuh, dan sulit berbicara. Namun dialah orang di balik kesuksesan sejumlah pemimpin pemerintahan dan bisnis di negara-negara Asia.

“Saudari saya sangat spesial, dia satu-satunya. Politisi, pebisnis, semua orang terkenal, dan semua bahagia setelah bertemu dengannya,” kata Thi Thi, kakak ET, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

ET disebut berada di balik keputusan junta militer Myanmar untuk memindahkan ibukota dari Yangon ke Naypyidaw pada 2005. ET juga diyakini berperan dalam sebuah momen di mana jenderal-jenderal Myanmar kompak menggunakan rok perempuan tradisional.

“Orang mungkin mengira itu ejekan, bahwa perempuan dianggap tidak bisa memimpin dan ini merujuk pada Aung San Suu Kyi. Namun rasanya ini ada kaitannya dengan takhayul,” kata Aung Zaw, editor di majalah Irrawaddy.

Menurut Thi Thi, Thaksin Shinawatra, mantan perdana menteri Thailand, juga pernah mengunjungi ET. “Dia datang sebelum banyak mengurusi politik. Waktu itu masih jadi bos perusahaan telekomunikasi,” ungkapnya.

Saat itu, ET sudah menyampaikan bahwa nantinya Thaksin akan jadi orang berkuasa di Thailand. Ramalan tersebut ternyata menjadi kenyataan.

Selama tiga dekade terakhir, ET telah dipanggil ke sejumlah negara seperti Jepang, China, Singapura, dan Thailand. Klien ET kebanyakan adalah para pebisnis kaya raya. Jadwalnya sangat padat.

Di Myanmar, kehadiran ‘orang pintar’ di belakang pemimpin memang sudah menjadi semacam tradisi. Di masa kerajaan dulu, raja secara rutin meminta pendapat kepada peramal. Kebiasaan ini berlanjut meski kerajaan tidak lagi eksis.

Bahkan Presiden Thein Sein yang dipandang reformis pun ikut ‘main-main’ dengan hal berbau mistik. “Saya tidak tahu tentang astrologi. Namun banyak orang di Myanmar yang tahu betul soal ini,” katanya.

Thein Sein pun mengaku menerima masukan dari peramal. “Kadang-kadang mereka memberi masukan kepada saya seputar situasi negara dipandang dari sisi astrologi. Saya sangat menerima masukan-masukan itu,” tuturnya.



(hds/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads