Pengusaha Ingatkan Potensi Kepadatan Tanjung Priok Saat Puasa-Lebaran

Pengusaha Ingatkan Potensi Kepadatan Tanjung Priok Saat Puasa-Lebaran

- detikFinance
Selasa, 06 Mei 2014 10:36 WIB
Pengusaha Ingatkan Potensi Kepadatan Tanjung Priok Saat Puasa-Lebaran
Jakarta - Pelaku usaha angkutan logistik pelabuhan mengingatkan ancaman peningkatan volume barang atau kongesti di Pelabuhan Tanjung Priok. Ini karena potensi kenaikan arus barang secara tiba-tiba menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Ketua Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Organda Gemilang Tarigan mengatakan, hingga saat ini memang belum ada kenaikan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok secara signifikan.

“Tetapi mendekati puasa dan lebaran akan ada lonjakan yang tinggi,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Selasa (6/5/2014).

Dia memperkirakan lonjakan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok nantinya bisa mencapai 20-30%. Oleh karena itu, perlu antisipasi tidak hanya di kawasan pelabuhan, tetapi juga oleh operator logistik pelabuhan.

Menurut Gemilang, kongesti dapat diantisipasi dengan memaksimalkan pelabuhan di sekitar Tanjung Priok. Seperti Pelabuhan Marunda, Cikarang Dry Port (CDP), Tanjung Perak, maupun Tanjung Emas. Dia juga mengusulkan agar shipper mengalihkan sebagian impornya ke luar pelabuhan Tanjung Priok.

Namun, kepadatan tidak hanya berpotensi terjadi di pelabuhan tetapi juga di jalan raya sekitarnya. “Kenaikan arus barang yang cenderung terjadi secara tiba-tiba di Pelabuhan Tanjung Priok akan memicu meningkatkan volume kendaraan berlalu lintas sehingga mengancam terjadinya kongesti di jalan raya,” sebut Gemilang.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Masita mengatakan kepadatan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok setiap menjelang puasa dan lebaran selalu menjadi ancaman bagi memburuknya waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan tersebut.

"Kapasitas infrastruktur tetap sama dengan tahun lalu, tapi volumenya akan naik tinggi sampai 20-30%. Ini belum ada langkah kongkret," tegas Zaldi.

Ketika dwelling time di Tanjung Priok terus memburuk, citra sistem logistik nasional pun akan terpengaruh. "Sudah saatnya, impor maupun ekspor melalui Tanjung Priok dialihkan melalui pelabuhan lain agar tidak menumpuk di satu pelabuhan," kata Zaldi.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads