Proyek 'Merah Putih' BUMN Pendorong Ekonomi Daerah

Proyek 'Merah Putih' BUMN Pendorong Ekonomi Daerah

- detikFinance
Senin, 12 Mei 2014 07:55 WIB
Proyek Merah Putih BUMN Pendorong Ekonomi Daerah
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong peran perusahaan pelat merah mengembangkan ekonomi nasional dan daerah. Proyek yang diusulkan juga ditujukan mengatasi berbagai persoalan di sektor, dari transportasi, energi, hingga infrastruktur.

Untuk mendukung langkah itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan meluncurkan beberapa ide atau proyek konsorsium yang akan digarap oleh BUMN. Proyek tersebut nantinya dibiayai dan dikembangkan langsung oleh BUMN tanpa sentuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Proyek atau ide proyek 'merah putih' BUMN, antara lain: jalan tol atas laut Jawa, tol listrik Sumatera hingga dukungan BUMN di dalam pengembangan pulau terluar Indonesia.

Berikut ini proyek-proyek BUMN yang direncanakan mampu merangsang ekonomi daerah, seperti dirangkum detikFinance, Senin (12/5/2014).

Jaringan Listrik Sumatera

Kepala daerah wilayah pesisir timur Sumatera sepakat mendukung rencana Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BUMN berencana membangun transmisi membentang dari Palembang hingga Medan sepanjang 1.200 kilometer.

Dengan konsep tol listrik, proyek ini akan dibiayai dan dibangun oleh konsorsium BUMN. Harapannya transmisi ini mampu mengalirkan surplus listrik dari Sumatera bagian Selatan menuju Sumatera bagian Utara. Diproyeksi ekonomi Sumatera akan tumbuh luar biasa sehingga membutuhkan pasokan dan infrastruktur listrik yang baik.

Jaringan Listrik Sumatera

Kepala daerah wilayah pesisir timur Sumatera sepakat mendukung rencana Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BUMN berencana membangun transmisi membentang dari Palembang hingga Medan sepanjang 1.200 kilometer.

Dengan konsep tol listrik, proyek ini akan dibiayai dan dibangun oleh konsorsium BUMN. Harapannya transmisi ini mampu mengalirkan surplus listrik dari Sumatera bagian Selatan menuju Sumatera bagian Utara. Diproyeksi ekonomi Sumatera akan tumbuh luar biasa sehingga membutuhkan pasokan dan infrastruktur listrik yang baik.

Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya Tol

BUMN pun mengusulkan pembangunan ruas tol baru di pulau Jawa. Ruas tol ini rencananya dibangun di atas laut, Jakarta-Surabaya. Ide ini untuk mengurai kepadatan ruas pantai utara Jawa dan mendukung pertumbuhan kendaraan.

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan menjadi ketua tim pengembangan ruas tol baru. Jasa Marga melihat ruas tol paling feasible dibangun rute Semarang-Surabaya. Untuk meningkatkan nilai keekonomian proyek ini, bakal dibangun jaringan pipa gas hingga fiber optic sepanjang ruas tol.

Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya Tol

BUMN pun mengusulkan pembangunan ruas tol baru di pulau Jawa. Ruas tol ini rencananya dibangun di atas laut, Jakarta-Surabaya. Ide ini untuk mengurai kepadatan ruas pantai utara Jawa dan mendukung pertumbuhan kendaraan.

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan menjadi ketua tim pengembangan ruas tol baru. Jasa Marga melihat ruas tol paling feasible dibangun rute Semarang-Surabaya. Untuk meningkatkan nilai keekonomian proyek ini, bakal dibangun jaringan pipa gas hingga fiber optic sepanjang ruas tol.

Pipa Gas Medan-Riau

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan IskanΒ  kembali mengusulkan ide untuk melakukan kajian dan pembangunan pipa gas dari Medan-Riau. Untuk rencana ini, Dahlan menugaskan anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) yakni PT Rekayasa Industri untuk melakukannya.

Dahlan beralasan pembangunan pipa gas tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di pulau Sumatera. Pipa gas tersebut juga bakal mendukung penyaluran gas untuk pabrik Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe, Aceh. Selama ini anak usaha Pupuk Indonesia tersebut mengalami kendala mahalnya pasokan gas. Alhasil Pupuk Iskandar Muda harus memperoleh pasokan gas yang murah dari selatan Sumatera.

Jaringan pipa gas tersebut akan membentang sepanjang 400-500 kilo meter. Untuk rencana awal, Rekin akan melakukan studi dalam 3 bulan ke depan.

Pipa Gas Medan-Riau

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan IskanΒ  kembali mengusulkan ide untuk melakukan kajian dan pembangunan pipa gas dari Medan-Riau. Untuk rencana ini, Dahlan menugaskan anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) yakni PT Rekayasa Industri untuk melakukannya.

Dahlan beralasan pembangunan pipa gas tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di pulau Sumatera. Pipa gas tersebut juga bakal mendukung penyaluran gas untuk pabrik Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe, Aceh. Selama ini anak usaha Pupuk Indonesia tersebut mengalami kendala mahalnya pasokan gas. Alhasil Pupuk Iskandar Muda harus memperoleh pasokan gas yang murah dari selatan Sumatera.

Jaringan pipa gas tersebut akan membentang sepanjang 400-500 kilo meter. Untuk rencana awal, Rekin akan melakukan studi dalam 3 bulan ke depan.

Bangun Pulau Terluar RI

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menepati janjinya berkunjung ke pulau terdepan Indonesia pada Senin pekan lalu.

Dahlan menyambangi Kabupaten Kepulauan Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas di Provinsi Kepulauan Riau. Kedua pulau tersebut berlokasi di Laut Cina Selatan serta diapit wilayah Malaysia Timur dan Barat. Di Pulau Natuna. Di sini, Dahlan menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp 1,6 triliun.

Mantan bos PLN ini melihat ada potensi di bidang pembangunan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer. Pasalnya jumlah pulau di Kabupaten Natuna mencapai ratusan sehingga
memerlukan listrik mandiri. Sementara Natuna memiliki APBD yang besar. Pembangunan pembangkit dan jaringan listrik ini, tidak bisa dilakukan menyeluruh oleh PT PLN (Persero).

Namun BUMN listrik bisa membantu Pemda melakukan supervisi pengembangan listrik mandiri. Pulau Natuna juga memiliki potensi di bidang perkebunan karet. Selama ini manajemen perkebunan karer tidak dikelola secara korporasi. Ke depan BUMN perkebunan siap memberi bantuan pengelolaan perkebunan secaraΒ  profesional sehingga hasilnya bisa lebih maksimal.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas juga memiliki APBD relatif hampir sama dengan Kabupaten Kepulauan Natuna. Anambas memiliki potensi di bidang pariwisata. Pulau Anambas bakal dikembangkan menjadi Maldives ala Indonesia.

Di Pulau Anambas BUMN, membidik bidang infrastruktur pelabuhan, bandara, jembatan hingga surpervisi pembangkit listrik mandiri.

Bangun Pulau Terluar RI

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menepati janjinya berkunjung ke pulau terdepan Indonesia pada Senin pekan lalu.

Dahlan menyambangi Kabupaten Kepulauan Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas di Provinsi Kepulauan Riau. Kedua pulau tersebut berlokasi di Laut Cina Selatan serta diapit wilayah Malaysia Timur dan Barat. Di Pulau Natuna. Di sini, Dahlan menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp 1,6 triliun.

Mantan bos PLN ini melihat ada potensi di bidang pembangunan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer. Pasalnya jumlah pulau di Kabupaten Natuna mencapai ratusan sehingga
memerlukan listrik mandiri. Sementara Natuna memiliki APBD yang besar. Pembangunan pembangkit dan jaringan listrik ini, tidak bisa dilakukan menyeluruh oleh PT PLN (Persero).

Namun BUMN listrik bisa membantu Pemda melakukan supervisi pengembangan listrik mandiri. Pulau Natuna juga memiliki potensi di bidang perkebunan karet. Selama ini manajemen perkebunan karer tidak dikelola secara korporasi. Ke depan BUMN perkebunan siap memberi bantuan pengelolaan perkebunan secaraΒ  profesional sehingga hasilnya bisa lebih maksimal.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas juga memiliki APBD relatif hampir sama dengan Kabupaten Kepulauan Natuna. Anambas memiliki potensi di bidang pariwisata. Pulau Anambas bakal dikembangkan menjadi Maldives ala Indonesia.

Di Pulau Anambas BUMN, membidik bidang infrastruktur pelabuhan, bandara, jembatan hingga surpervisi pembangkit listrik mandiri.

Bikin Runway Bandara Samarinda

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan komitmen membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyelesaikan pembangunan Bandara Samarinda Baru. Pengembangan dan pembangunan Bandara Samarinda Baru ini sempat mangkrak karena Pemerintah Kota Samarinda kesulitan keuangan.

Akhirnya proyek pengganti bandara lama yakni Bandara Temindung, diambil oleh Pemprov Kaltim. Selama ini warga Kaltim untuk berpergian ke luar pulau atau terbang antar pulau di Kalimantan harus menuju Bandara Sepinggan di Balikpapan.

Padahal Samarinda merupakan ibukota provinsi. Dahlan menilai rencana meneruskan pembangunan Bandara Samarinda Baru tidak akan bersaing dengan The New Sepinggan Airport.

BUMN akan ambil bagian membangun landasan pacu atau runway sepanjang 2.500 meter. Dengan landasan tersebut, Bandara Samarinda Baru bisa melayani penerbangan jarak jauh karena mampu didarati pesawat jet seperti Boeing dan Airbus.

Bikin Runway Bandara Samarinda

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan komitmen membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyelesaikan pembangunan Bandara Samarinda Baru. Pengembangan dan pembangunan Bandara Samarinda Baru ini sempat mangkrak karena Pemerintah Kota Samarinda kesulitan keuangan.

Akhirnya proyek pengganti bandara lama yakni Bandara Temindung, diambil oleh Pemprov Kaltim. Selama ini warga Kaltim untuk berpergian ke luar pulau atau terbang antar pulau di Kalimantan harus menuju Bandara Sepinggan di Balikpapan.

Padahal Samarinda merupakan ibukota provinsi. Dahlan menilai rencana meneruskan pembangunan Bandara Samarinda Baru tidak akan bersaing dengan The New Sepinggan Airport.

BUMN akan ambil bagian membangun landasan pacu atau runway sepanjang 2.500 meter. Dengan landasan tersebut, Bandara Samarinda Baru bisa melayani penerbangan jarak jauh karena mampu didarati pesawat jet seperti Boeing dan Airbus.

Monorel Jabodetabek

BUMN berencana mengembangkan kereta monorel rute Jabodetabek. Pengembangan monorel ini mengambil rute Bekasi-Cawang, Cibubur-Cawang, Cawang-Kuningan. Moda ini menangkap sumber kendaraan dari daerah Bekasi dan Cibubur sehingga mampu mengurai kemacetan di dalam kota Jakarta. Monorel JabodetabekΒ  akan dibangun oleh konsorsium BUMN. Rencananya monorel ini mulai dibangun awal 2015.

Monorel Jabodetabek

BUMN berencana mengembangkan kereta monorel rute Jabodetabek. Pengembangan monorel ini mengambil rute Bekasi-Cawang, Cibubur-Cawang, Cawang-Kuningan. Moda ini menangkap sumber kendaraan dari daerah Bekasi dan Cibubur sehingga mampu mengurai kemacetan di dalam kota Jakarta. Monorel JabodetabekΒ  akan dibangun oleh konsorsium BUMN. Rencananya monorel ini mulai dibangun awal 2015.
Halaman 2 dari 14
(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads