Wamenhub Minta Perusahaan Bagikan THR Lebih Awal Agar Mudik Lancar

Wamenhub Minta Perusahaan Bagikan THR Lebih Awal Agar Mudik Lancar

- detikFinance
Senin, 19 Mei 2014 19:53 WIB
Wamenhub Minta Perusahaan Bagikan THR Lebih Awal Agar Mudik Lancar
Jakarta - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono meminta kalangan dunia usaha agar memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) lebih cepat dari ketentuan yang ada yaitu paling lambat H-7 Lebaran. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik di waktu bersamaan saat Hari Raya Idul Fitri 2014.

Ia mengatakan dengan diberikannya THR lebih awal maka para pekerja bisa lebih cepat untuk mudik ke kampung halaman mereka. Dengan demikian arus kendaraan tidak menumpuk pada H-3 menjelang Lebaran.

"Imbauan untuk perusahaan kita harapkan gajian itu kalau bisa jauh-jauh sebelumnya. Kasih dong THR, biar duluan pulangnya," ungkap Bambang di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (19/5/2014)

Selain itu, Bambang berharap agar waktu libur yang diberikan juga harus lebih panjang, termasuk untuk pegawai maupun anak sekolah. Tujuannya agar mudik dari satu keluarga tidak harus bersamaan.

"Beri libur panjang biar bisa mudik lebih cepat atau keberangkatan keluarga bisa dua kali. Misalnya anak istri dulu, kemudian bapaknya nyusul," ujarnya.

Bambang menuturkan persoalan arus mudik saat Lebaran setiap tahunnya tidak berbeda jauh. Ketersediaan moda transportasi untuk menampung masyarakat yang mudik bisa tercukupi asal tak menumpuk dalam satu waktu.

"Kalau dihitung itu semua masuk, tapi untuk waktu tertentu kan ada aktivitas arus mudik yang tinggi. Itu yang belum bisa diantisipasi," terangnya.

Pertama, Kemenhub juga telah mempersiapkan beberapa alternatif moda transportasi dengan lebih optimal, termasuk kerjasama dengan Organda.

"Dengan organda di stasiun kunci. Karena masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan bus untuk transportasi mudik. Jadi kita siapkan pada stasiun kunci lebih optimal," imbuhnya.

Kedua, mengoptimalisasi jalur laut melalui kapal ferry, terutama untuk jalur Jakarta - Semarang dan Jakarta - Panjang (Lampung).

"Seperti Jakarta-panjang (Lampung) untuk meringankan beban aktivitas di Selat sunda. Ferry juga disiapkan untuk Jakarta-Tegal-Semarang. Kita siapkan 2 atau 3 kapal tambahan," pungkasnya.


Permintaan ini bukan pertama kali oleh kementerian perhubungan. Tahun lalu Menteri Perhubungan EE Mangindaan juga meminta hal yang sama.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads