Kalla: Kenaikan Harga Elpiji Sesuai Harga Pokok

Kalla: Kenaikan Harga Elpiji Sesuai Harga Pokok

- detikFinance
Senin, 20 Des 2004 14:06 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menilai kenaikan harga gas elpiji dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 4.250/kg sudah sesuai dengan harga pokok yang dikeluarkan Pertamina.Pasalnya, pemerintah selama ini memang tidak pernah mensubsidi elpji. "Elpiji harganya sesuai dengan harga pokok. Itu saran karena tidak ada subsidi elpiji," kata Kalla usai membuka Munas ke-7 KAHMI di Hotel Cempaka, Jl. Letjen Suprapto, Jakarta, Senin, (20/12/2004).Seperti diketahui, Sabtu, pekan lalu, Pertamina mengumumkan kenaikan harga gas elpiji, pertamax dan pertamax plus. Kenaikan elpiji ini disesuaikan dengan harga pokok yang dikeluarkan Pertamina yang selama ini 'nombok'.Namun kenaikan yang cukup tinggi ini mendapat kecaman dari berbagai pihak.Kenaikan harga yang berlaku sejak Minggu, kemarin ini cukup bervariasi antara 40-60 persen.Harga elpiji yang sebelumnya Rp 3.000/kg menjadi Rp 4.250/kg. Khusus di Batam, Kepulauan Riau, harga elpiji menjadi Rp 4.800/kg dari Rp 3.500/kg. Sedangkan harga Pertamax yang semula Rp 2.450/liter menjadi Rp 4.000/liter. Harga Pertamax Plus dari Rp 2.750/liter menjadi Rp 4.200/liter.General Manager Gas Domestik Pertamina Achmad Faisal menyatakan, ketiga produk non-BBM ini dinaikan agar perusahaan dapat menuai profit serta memberikan konstribusi keuntungan pada negara berupa deviden. Ketiga produk di atas tidak lagi diatur oleh pemerintah dan menjadi komoditas komersil. Alasan utama penyesuaian harga, diantaranya karena tingginya harga minyak dunia.Menurut Faisal, dari kenaikan harga elpiji sekitar 40 persen Pertamina hanya mengambil keuntungan sekitar Rp 275 per kilogram. Sementara untuk produk Pertamax, Pertamina hanya meraup keuntungan sekitar Rp 100 per liter. (umi/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads