PT Angkasa Pura II (AP II) sebagai operator Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, telah mengevaluasi pelayanan pasca beroperasinya Halim sebagai bandara komersial berjadwal.
Sejak melayani penerbangan komersial mulai 10 Januari 2014, sudah ada 3 maskapai yang beroperasi di Halim yaitu Citilink, Pelita Air, dan Susi Air.
General Manager AP II Iwan Khrishadianto mengungkapkan pemindahan beberapa rute penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur menjadi alternatif bagi penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, bukan hanya soal keterisian penumpang (load factor) yang terlihat positif, namun soal ketepatan waktu terbang (OTP) juga lebih terpantau di Bandara Halim.
"OTP rata-rata on time, bagus. Kalau pun ada penerbangan VVIP itu bukan kendala, itu tetap prioritas pertama, sudah ada jadwalnya, tapi yang lain tetap teratur, makanya slot-nya kita atur kembali," terang dia.
Pihaknya masih akan terus mengembangkan layanan maupun fasilitas penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma. Misalnya untuk mengembangkan kapasitas ruang tunggu.
"Pengembangan di luar terminal belum ada, masih proses dengan TNI AU dan AP II, kalau di dalam terminal kita terus memperbaiki fasilitas yang ada, saat ini kapasitas bandara 600 orang (ruang tunggu). Keamanan masih terjaga," cetusnya.
Bagi para penumpang keberadaan Bandara Halim Perdanakusuma dianggap sangat membantu untuk memangkas waktu perjalanan bagi penumpang yang tinggal di selatan dan timur Jakarta.
Misalnya Murni Harto (63), mengatakan pemindahan penerbangan maskapai seperti Citilink ke Halim Perdanakusuma memungkinkan dirinya bisa mengejar jadwal penerbangan.
"Citilink, selama ini nggak ada kendala. Kalau saya lebih senang dari sini karena waktu itu ikut di Cengkareng (Soekarno-Hatta) sering telat karena lalu lintas macet saya pernah ketinggalan, dari Bekasi 3 jam, kalau ke sini 30 menit," terangnya.
(drk/hen)










































