Kwik: Subsidi BBM Takkan Sebabkan APBN Defisit
Selasa, 21 Des 2004 11:47 WIB
Jakarta - Mantan Meneg PPN Kwik Kian Gie mengatakan, pemerintah sebenarnya tidak perlu menaikkan harga BBM, karena kenaikan subsidi BBM tidak akan menyebabkan APBN defisit."Sebetulnya tidak perlu, kalau pemerintah tidak menaikkan BBM pun tidak apa-apa. Itu tidak ada kaitannya dengan APBN jebol," kata Mantan Meneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie disela-sela peluncuran buku makro ekonomi Indonesia di STIE IBU, Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2004).Menurut Kwik, dari pengolahan minyak mentah menjadi bensin biayanya hanya sekitar Rp 540 per liter dan dijual Rp 2000 per liter. "Jadi pemerintah mendapat surplus Rp 1460 per liter tunai. Bagaimana APBN bisa jebol kalau pemerintah mendapat surplus. Sebab yang disubsidi oleh pemerintah adalah selisih harga yang Rp 2000 dibandingkan dengan harga dunia yang Rp 3240. Oleh karena itu, soal perlu atau tidak menaikkan BBM, pemerintah ingin mendapatkan uang lebih dari BBM," papar Kwik yang mengaku dirinya sejak awal memiliki pendapat yang berbeda soal subsidi BBM ini. Lebih lanjut Kwik menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan kompensasi kenaikan BBM tidak bisa berjalan. Pertama karena tidak mudah untuk mengenali siapa yang kena dampak kenaikan BBM. Kedua, pemberian kompensasi untuk rakyat miskin sudah bocor di tengah-tengah jalan. Kwik juga menegaskan, bahwa masalah penyaluran subsidi ini sulit untuk diawasi karena maraknya korupsi. "Tidak mungkin diawasi. Manusianya sendiri tidak bersih dengan begitu banyaknya KKN," tandasnya.
(qom/)











































