Ini 10 Bahan Pangan yang Masih Diimpor RI

Ini 10 Bahan Pangan yang Masih Diimpor RI

- detikFinance
Rabu, 04 Jun 2014 08:42 WIB
Ini 10 Bahan Pangan yang Masih Diimpor RI
Jakarta - Sampai dengan saat ini, Indonesia masih belum bisa lepas dari ketergantungan bahan pangan impor. Buktinya pada setiap bulan, selalu ada pangan yang masuk ke tanah air.

Meskipun dari pangan tersebut sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri. Bahkan dalam volume yang lebih banyak dari yang dihasilkan saat ini. Sehingga tak salah bila banyak ahli yang menyebut Indonesia seharusnya justru mampu mengekspor hasil pangan.

Akan tetapi melihat realita sekarang, produk pangan tetap masih diimpor. Seperti kacang-kacangan, beras, jagung, bawang putih dan bawang merah hingga ubi jalar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Rabu (4/6/2014) berikut 10 jenis pangan yang masih diimpor Indonesia.

Beras

Pada April 2014, beras yang diimpor tercatat sebanyak 31.145 ton atau senilai US$ 13,5 juta. Angka ini naik 16% dibandingkan bulan sebelumnya.

Impor beras naik cukup signifikan dibandingkan 2 bulan sebelumnya. Pada Februari, Indonesia mengimpor beras sebanyak 2.200 ton atau Us$ 1,2 juta, kemudian Maret sebanyak 26.867 ton atau US$ 11,2 juta.

Sementara itu, akumulasi dalam 4 bulan pada tahun ini (Januari-April) sudah mencapai 91.942 ton atau US$ 40,4 juta.

Impor beras pada April paling banyak berasal dari India dengan 13.445 ton atau US$ 4,9 juta. Kemudian disusul Thailand 11.450 ton (US$ 4,8 juta), Pakistan 3.500 ton (US$ 1,3 juta), dan akumulasi negara-negara lainnya 2.250 ton (US$ 711 ribu).

Beras

Pada April 2014, beras yang diimpor tercatat sebanyak 31.145 ton atau senilai US$ 13,5 juta. Angka ini naik 16% dibandingkan bulan sebelumnya.

Impor beras naik cukup signifikan dibandingkan 2 bulan sebelumnya. Pada Februari, Indonesia mengimpor beras sebanyak 2.200 ton atau Us$ 1,2 juta, kemudian Maret sebanyak 26.867 ton atau US$ 11,2 juta.

Sementara itu, akumulasi dalam 4 bulan pada tahun ini (Januari-April) sudah mencapai 91.942 ton atau US$ 40,4 juta.

Impor beras pada April paling banyak berasal dari India dengan 13.445 ton atau US$ 4,9 juta. Kemudian disusul Thailand 11.450 ton (US$ 4,8 juta), Pakistan 3.500 ton (US$ 1,3 juta), dan akumulasi negara-negara lainnya 2.250 ton (US$ 711 ribu).

Jagung

Jagung menjadi satu komoditas pangan yang rutin diimpor Indonesia sampai saat ini. Setiap bulan, Indonesia mengimpor ratusan ribu ton jagung dari berbagai negara.

Pada April 2014, impor jagung tercatat sebanyak 154.189 ton dengan nilai US$ 39,2. Turun 14% dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Januari, impor jagung masih sebanyak 215.716 ton (US$ 52,3 juta). Kemudian Februari 153.322 ton (US$ 37,1 juta), dan Maret 176.197 ton (US$ 43,8 juta).

Secara kumulatif, total impor jagung sepanjang Januari-April 2014 adalah 699.425 ton (US$ 172,6 juta).

Berikut adalah negara-negara asal jagung impor periode Januari-April 2014:
India: 137.321 ton (US$ 34,2 juta)
Brasil: 13.834 ton (US$ 3,5 juta)
Thailand : 2.694 ton (US$ 1,2 juta)
Amerika Serikat: 102 ton (US$ 104 ribu)
Negara lainnya: 235 ton atau US$ 150 ribu

Jagung

Jagung menjadi satu komoditas pangan yang rutin diimpor Indonesia sampai saat ini. Setiap bulan, Indonesia mengimpor ratusan ribu ton jagung dari berbagai negara.

Pada April 2014, impor jagung tercatat sebanyak 154.189 ton dengan nilai US$ 39,2. Turun 14% dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Januari, impor jagung masih sebanyak 215.716 ton (US$ 52,3 juta). Kemudian Februari 153.322 ton (US$ 37,1 juta), dan Maret 176.197 ton (US$ 43,8 juta).

Secara kumulatif, total impor jagung sepanjang Januari-April 2014 adalah 699.425 ton (US$ 172,6 juta).

Berikut adalah negara-negara asal jagung impor periode Januari-April 2014:
India: 137.321 ton (US$ 34,2 juta)
Brasil: 13.834 ton (US$ 3,5 juta)
Thailand : 2.694 ton (US$ 1,2 juta)
Amerika Serikat: 102 ton (US$ 104 ribu)
Negara lainnya: 235 ton atau US$ 150 ribu

Biji gandum dan mesilin

Impor bahan pangan ini mencapai 817.688 ton atau senilai US$ 267,6 juta. Berbeda jauh dengan kondisi 3 bulan sebelumnya yang cenderung bergerak datar di kisaran 500.000 ton.

Pada Januari, impor biji gandum tercatat 534.633 ton (US$ 177,1 juta). Kemudian turun menjadi 490.238 ton (US$ 159,2 juta) pada Februari, dan naik lagi menjadi 563.930 ton (US$ 183,2 juta) pada Maret.

Berikut adalah sejumlah negara importir biji gandum ke Indonesia periode Januari-April 2014:
Australia: 528.229 ton (US$ 170,8 juta)
Amerika Serikat: 133.398 ton (US$ 46,4 juta)
Kanada: 72.300 ton (US$ 24,6 juta)
Ukraina: 13.095 ton (US$ 3,6 juta)
Rusia: 22.666 ton (US$ 7,5 juta)
Negara lainnya: 47.999 ton (US$ 14,5 juta)

Biji gandum dan mesilin

Impor bahan pangan ini mencapai 817.688 ton atau senilai US$ 267,6 juta. Berbeda jauh dengan kondisi 3 bulan sebelumnya yang cenderung bergerak datar di kisaran 500.000 ton.

Pada Januari, impor biji gandum tercatat 534.633 ton (US$ 177,1 juta). Kemudian turun menjadi 490.238 ton (US$ 159,2 juta) pada Februari, dan naik lagi menjadi 563.930 ton (US$ 183,2 juta) pada Maret.

Berikut adalah sejumlah negara importir biji gandum ke Indonesia periode Januari-April 2014:
Australia: 528.229 ton (US$ 170,8 juta)
Amerika Serikat: 133.398 ton (US$ 46,4 juta)
Kanada: 72.300 ton (US$ 24,6 juta)
Ukraina: 13.095 ton (US$ 3,6 juta)
Rusia: 22.666 ton (US$ 7,5 juta)
Negara lainnya: 47.999 ton (US$ 14,5 juta)

Mentega

Kondisi yang hampir serupa terjadi pada mentega. Impornya pada April diilaporkan mencapai 3.735 ton (US$ 19,1 juta). Naik lebih dari 2 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 1.526 ton (US$ 7,3 juta).

Negara asal impor mentega adalah:
Selandia Baru: 2.537 ton (US$ 12,9 juta)
Belgia: 488 ton (US$ 3,2 juta)
Perancis: 97 ton (US$ 720 ribu)
Amerika Serikat: 234 ton (US$ 1,2 juta)
Australia: 108 ton (US$ 546 ribu)
Negara lainnya: 269 ton (US$ 477 ribu)

Mentega

Kondisi yang hampir serupa terjadi pada mentega. Impornya pada April diilaporkan mencapai 3.735 ton (US$ 19,1 juta). Naik lebih dari 2 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 1.526 ton (US$ 7,3 juta).

Negara asal impor mentega adalah:
Selandia Baru: 2.537 ton (US$ 12,9 juta)
Belgia: 488 ton (US$ 3,2 juta)
Perancis: 97 ton (US$ 720 ribu)
Amerika Serikat: 234 ton (US$ 1,2 juta)
Australia: 108 ton (US$ 546 ribu)
Negara lainnya: 269 ton (US$ 477 ribu)

Tepung Terigu

Impor tepung terigu mencapai 20.198 ton atau US$ 8,1 juta pada bulan April. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kenaikan yang terjadi hampir mencapai 3 kali lipat. Maret 2014, impornya masih 8.863 ton (US$ 3,6 juta).

Negara asal impor tepung terigu adalah:
Turki: 7.027 ton (US$ 2,5 juta)
Srilanka: 3.966 ton (US$ 1,7 juta)
Malaysia: 2.456 ton (US$ 1,2 juta)
India: 2.910 ton (US$ 1,1 juta)
Ukraina: 2.327 ton (US$ 948 ribu)
Negara lainnya: 1.511 ton (US$ 696 ribu)

Tepung Terigu

Impor tepung terigu mencapai 20.198 ton atau US$ 8,1 juta pada bulan April. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, kenaikan yang terjadi hampir mencapai 3 kali lipat. Maret 2014, impornya masih 8.863 ton (US$ 3,6 juta).

Negara asal impor tepung terigu adalah:
Turki: 7.027 ton (US$ 2,5 juta)
Srilanka: 3.966 ton (US$ 1,7 juta)
Malaysia: 2.456 ton (US$ 1,2 juta)
India: 2.910 ton (US$ 1,1 juta)
Ukraina: 2.327 ton (US$ 948 ribu)
Negara lainnya: 1.511 ton (US$ 696 ribu)

Bawang Putih

Bawang putih, impor pada April tercatat 36.318 ton atau US$ 26,5 juta. Turun cukup jauh dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 52.187 ton (US$ 37,7 juta).

Bawang putih secara keseluruhan hanya diimpor dari Tiongkok. Bila melihat bulan-bulan sebelumnya, Singapura juga mengambil andil atas impor bawang putih ke tanah air.

Bawang Putih

Bawang putih, impor pada April tercatat 36.318 ton atau US$ 26,5 juta. Turun cukup jauh dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 52.187 ton (US$ 37,7 juta).

Bawang putih secara keseluruhan hanya diimpor dari Tiongkok. Bila melihat bulan-bulan sebelumnya, Singapura juga mengambil andil atas impor bawang putih ke tanah air.

Kacang Hijau

Kacang hijau pada bulan April diimpor sebanyak 18.544 ton atau US$ 18,9 juta. Lebih tinggi dibandingkan bulan lalu yang sebesar 13.761 ton atau US$ 18,5 juta. Secara kumulatif, impornya mencapai 41.999 ton atau US$ 41,3 juta.

Kacang hijau impor berasal dari sejumlah negara seperti Myanmar 16.833 ton (US$ 17,2 juta), Ethiopia 1.048 ton (US$ 848 ribu), Australia 312 ton (US$ 392 ribu), Tiongkok 180 ton (US$ 207 ribu), dan negara-negara lainnya.

Kacang Hijau

Kacang hijau pada bulan April diimpor sebanyak 18.544 ton atau US$ 18,9 juta. Lebih tinggi dibandingkan bulan lalu yang sebesar 13.761 ton atau US$ 18,5 juta. Secara kumulatif, impornya mencapai 41.999 ton atau US$ 41,3 juta.

Kacang hijau impor berasal dari sejumlah negara seperti Myanmar 16.833 ton (US$ 17,2 juta), Ethiopia 1.048 ton (US$ 848 ribu), Australia 312 ton (US$ 392 ribu), Tiongkok 180 ton (US$ 207 ribu), dan negara-negara lainnya.

Ubi Jalar

Sejak Januari 2014, ubi jalar ternyata banyak yang didatangkan dari luar negeri. Cukup mengherankan, mengingat jenis pangan ini sangat bisa diproduksi massal di dalam negeri.

Pada Januari, tercatat impor ubi jalar sebanyak 7,1 ton atau senilai dengan US$ 12 ribu. Kemudian Februari ada sedikit peningkatan menjadi 7,9 ton (US$ 15 ribu).

Berlanjut ke Maret, impor ubi jalar turun menjadi 6,2 ton (US$ 10 ribu). Lalu pada April, turun cukup jauh menjadi 3,6 ton atau US$ 5,1 ribu.

Secara kumulatif, impor ubi jalar Januari-April adalah sebesar 25,07 ton atau US$ 42,9 ribu. Seluruh impor ubi jalar berasal dari Tiongkok.

Ubi Jalar

Sejak Januari 2014, ubi jalar ternyata banyak yang didatangkan dari luar negeri. Cukup mengherankan, mengingat jenis pangan ini sangat bisa diproduksi massal di dalam negeri.

Pada Januari, tercatat impor ubi jalar sebanyak 7,1 ton atau senilai dengan US$ 12 ribu. Kemudian Februari ada sedikit peningkatan menjadi 7,9 ton (US$ 15 ribu).

Berlanjut ke Maret, impor ubi jalar turun menjadi 6,2 ton (US$ 10 ribu). Lalu pada April, turun cukup jauh menjadi 3,6 ton atau US$ 5,1 ribu.

Secara kumulatif, impor ubi jalar Januari-April adalah sebesar 25,07 ton atau US$ 42,9 ribu. Seluruh impor ubi jalar berasal dari Tiongkok.

Bawang Merah

Impor bawang merah pada April 2014 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ini membalik tren peningkatan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Bawang merah impor pada bulan April dilaporkan sebanyak 3.824 ton atau senilai US$ 837 ribu. Turun dari bulan sebelumnya yaitu 22.961 ton (US$ 9,8 juta).

Impor bawang merah terbanyak datang dari India sebanyak 3.608 ton (US$ 744 ribu). Sisanya berasal dari Thailand sebanyak 216 ton (US$ 92 ribu).

Bawang Merah

Impor bawang merah pada April 2014 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ini membalik tren peningkatan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Bawang merah impor pada bulan April dilaporkan sebanyak 3.824 ton atau senilai US$ 837 ribu. Turun dari bulan sebelumnya yaitu 22.961 ton (US$ 9,8 juta).

Impor bawang merah terbanyak datang dari India sebanyak 3.608 ton (US$ 744 ribu). Sisanya berasal dari Thailand sebanyak 216 ton (US$ 92 ribu).

Kacang Tanah

Kacang tanah diimpor sebanyak 34.151 ton atau US$ 38,9 juta pada April 2014. Impor tersebut naik dari bulan sebelumnya yaitu 22.679 ton atau US$ 25,1 juta. Akumulasi Januari-April adalah 98.703 ton atau US$ 111,6 juta.

Negara asal kacang tanah impor pada April adalah India dengan volume 28.772 ton (US$ 31,8 juta), Tiongkok 4.465 ton (US$ 6,4 juta), Malaysia 752 ton (US$ 607 ribu), dan negara lainnya total 161 ton (US$ 165 ribu).

Kacang Tanah

Kacang tanah diimpor sebanyak 34.151 ton atau US$ 38,9 juta pada April 2014. Impor tersebut naik dari bulan sebelumnya yaitu 22.679 ton atau US$ 25,1 juta. Akumulasi Januari-April adalah 98.703 ton atau US$ 111,6 juta.

Negara asal kacang tanah impor pada April adalah India dengan volume 28.772 ton (US$ 31,8 juta), Tiongkok 4.465 ton (US$ 6,4 juta), Malaysia 752 ton (US$ 607 ribu), dan negara lainnya total 161 ton (US$ 165 ribu).
Halaman 2 dari 22
(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads