Prabowo: Setiap Tahun Muncul 'Singapura' Baru di Indonesia

Prabowo: Setiap Tahun Muncul 'Singapura' Baru di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 20 Jun 2014 13:28 WIB
Prabowo: Setiap Tahun Muncul Singapura Baru di Indonesia
Jakarta - Hari ini, calon presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan ratusan pelaku pasar modal. Dalam paparan visi dan misi ekonominya, Prabowo memaparkan soal tantangan perekonomian Indonesia.

Tantangan pertama yang disebutkan Prabowo adalah soal sumber daya energi yang sangat terbatas. Cadangan minyak bumi Indonesia saat ini tersisa untuk 12 tahun saja.

"Kalau dalam 12 tahun tidak ada produksi yang meningkat, maka kita harus impor. Gas bumi (cadangan) 34 tahun, 7 kali pemilu gas bumi akan habis kalau tidak ada yang baru. Batu Bara 79 tahun, saya kita nanti ketergantungan impor bahan bakar akan mempengaruhi fundamental ekonomi kita," tutur Prabowo saat bertemu pelaku pasar modal untuk memaparkan visi dan misi, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (20/6/2014).

Kemudian, tantangan kedua adalah ledakan penduduk Indonesia yang tiap tahunnya bertambah 5 juta jiwa. Prabowo mengatakan pertambahan ini sebesar jumlah penduduk di Singapura.

"Tiap tahun sebesar Singapura baru, populasi Singapura setiap tahun. Masalahnya, yang 5 juta lahir telanjang, Singapura sudah kaya. Jadi 5 juta mulut baru. Bagaimana pendidikan menjadi tantangan yang tidak mudah, pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti kalau 5 juta mulut lari di tempat. Dalam 20 tahun ke depan ada 100 juta penduduk baru," ujar Prabowo.

Lalu tantangan ketiga adalah ketimpangan ekonomi di daerah. Prabowo memaparkan, saat ini 60% peredaran uang di Indonesia dikuasai DKI Jakarta, lalu 30% di kota-kota lain, sementara 10% sisanya di pedesaan. "Sementara rakyat kita 50% tinggal di pedesaan, ini mengandung bahaya," imbuh Prabowo.

Bagaimana strategi Prabowo menghadapi tantangan-tantangan ini?

Prabowo mengatakan, bila terpilih, dirinya akan bekerja keras untuk mengamankan kekayaan negara dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor unggulan, yaitu agro ekonomi.

"Indonesia adalah negara tropis, kita sekarang menempati 11% dari seluruh zona tropis dunia, zona tropis di dunia hanya 27%, kita 11%-nya," jelas Prabowo.

Jadi sektor pertanian menjadi unggulan Prabowo untuk menghadapi tantangan perekonomian yang tadi dipaparkan. Dia menyatakan, setiap 1 hektar lahan produktif pertanian bisa menciptakan 6 tenaga kerja, dari hulu ke hilir.

"Di beberapa tempat Sulawesi dan lain-lain bisa 12 orang bekerja dari 1 hektar. Bayangkan 1 juta hektar lahan pertanian baru bisa menciptakan 6 juta (pekerjaan) baru. Jadi 20 pemuda yang menjadi beban kepala desa tiba-tiba bisa bekerja dan punya penghasilan. Masyarakat Indonesia berpenghasilan US$ 2 (Rp 20 ribu) sehari ada 100 juta orang," tutup Prabowo.

(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads