Aburizal: Sidang Arbitrase Cemex Batal Digelar

Aburizal: Sidang Arbitrase Cemex Batal Digelar

- detikFinance
Jumat, 24 Des 2004 14:02 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan proses sidang arbitrase kasus Cemex pada 11 Januari 2005 tidak akan dijalankan. Namun belum diketahui proses selanjutnya yang akan dilakukan pemerintah terkait dengan kasus Cemex itu."Saya tidak tahu soal CSPA (Contract Sales dan Purchise Agreement) tapi kemarin sudah ada kesepakatan didalamnya bahwa kita tidak akan menjalankan arbitrase pada 11 Januari 2005," kata Aburizal Bakrie usai sholat Jumat di masjid Departemen Keuangan, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (24/12/2004).Sidang arbitrase tersebut merupakan sidang lanjutan dari sidang-sidang sebelumnya dimana pada kasus arbitrase itu merupakan tuntutan Cemex atas kasus wanprestasi penyelesaian Semen Padang, wanprestrasi untuk bisa menguasai 51 persen saham Semen Gresik. Sidang digelar karena Cemex meminta ganti rugi atas ingkarnya pemerintah memberikan sejumlah saham tersebut.Aburizal dalam kesempatan itu juga membantah kabar jika arbitarse dibatalkan maka Cemex minta ganti rugi sebesar Rp 5 triliun. "Mana mungkin, kita tidak punya uang. Kita akan cari jalan keluarnya dulu," ujarnya.Dijelaskan pula oleh Aburizal sampai saat ini belum ada keputusan untuk menjual pabrik Semen Tuban I dan II. "Kita belum akan menjual," tegasnya.Sementara Menneg BUMN Sugiharto mengakui belum mengetahui adanya pembatalan sidang arbitrase tanggal 11 Januari 2005. "Sudahlah, saya tidak mau mendahului. Sekarang ini saya kerja non-stop kecuali natal cuma libur satu hari saja selebihnya kerja untuk menyelesaikan itu," katanya.Diakui Sugiharto memang tanggal tersebut ada jadwal sidang arbitrase berikutnya. Namun pihaknya belum mengetahui mengenai pembatalan tersebut. Mengenai opsi yang diajukan dari enam opsi yang diumumkan pemerintah sampai saat ini belum ada keputusan begitu pula ketika ditanya apakah opsinya berupa green field (pembukaan pabrik baru)."Green field adalah kepentingan kita semua, tapi lagi-lagi opsi itu merupakan satu bagian dari opsi lainnya," ungkap Sugiharto. Dikabarkan enam opsi itu terdiri dari: buy back, buy more, dilusi, green field dan stock split. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads