Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring membantah adanya praktik mafia di bisnis impor daging. Dia pun keberatan importir disebut sebagai mafia.
"Nggak ada, sejak kapanpun nggak ada, nggak ada yang menguasai itu semua, jadi istilah mafia itu nggak tepat," tegas Thomas kepada detikFinance, Selasa (1/7/2014).
Dia mengaku bingung apa yang dimaksud JK mengenai mafia tersebut. Menurutnya, mafia adalah sekelompok orang yang menguasai satu hal tanpa memperbolehkan orang lain masuk untuk juga berusaha di bidang itu.
"Jadi maksud istilah Pak JK itu mafia itu seperti apa?" tanya Thomas.
Dia juga tidak menyebutkan orang-orang yang sudah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus impor daging seperti Luthfi Hasan Ishak dan Ahmad Fathonah adalah mafia atau bukan. Dia berkilah semua itu adalah kewenangan pengadilan.
"Itu putusan pengadilan terhadap LHI sebagai apa, Fathonah sebagai apa, ngapain memperdebatkan itu," tegas dia.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sofjan Wanandi mengatakan mafia-mafia yang muncul di debat capres adalah importir.
Dalam debat Calon Wakil Presiden (Wacapres) antara Hatta Rajasa dengan Jusuf Kalla (JK) semalam, terucap adanya dugaan 4 mafia di sektor ekonomi.
"Sebenarnya kalau kita mau bilang mafia-mafia itu ya broker importir, tapi untuk membuktikan mereka mafianya itu yang susah," ucap Sofjan.
Menurut Sofjan, para mafia di sektor ekonomi ini, selain meraup untung karena besarnya fee yang didapat, juga menyebabkan tingginya harga barang kebutuhan.
"Mereka yang meraup fee, semakin banyak yang diimpor semakin senang dia, tapi harga kebutuhan tetap tinggi, kayak impor sapi, impor minyak. Harapan kami, Pemerintah selanjutnya bisa berantas para mafia-mafia ini," tutupnya.
(zul/hen)











































