Akan Dibangun Kawasan Perkantoran Hingga Pelabuhan di Pulau Buatan Teluk Jakarta

Pulau Buatan di Teluk Jakarta

Akan Dibangun Kawasan Perkantoran Hingga Pelabuhan di Pulau Buatan Teluk Jakarta

- detikFinance
Senin, 14 Jul 2014 08:34 WIB
Akan Dibangun Kawasan Perkantoran Hingga Pelabuhan di Pulau Buatan Teluk Jakarta
Jakarta - Sebanyak 17 pulau buatan akan dibangun di teluk Jakarta. Pulau yang terbagi dalam 3 sub sektor ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang akan menjadikannya sebagai kawasan mandiri.

Kepala Bagian Penataan Ruang Biro Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Benny Agus Candra mengatakan hasil reklamasi berupa 17 pulau buatan ini akan menjadi kawasan baru yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai proyek hunian, perkantoran dan infrastruktur lain seperti jalan dan pengolahan air bersih.

"Ide untuk mengembangkan kawasan Pantai Utara Jakarta adalah sebagai bagian dari rencana membangun Waterfront City Jakarta," ujar Benny kepada detikFinance akhir pekan lalu.

Konsep waterfront City sudah diterapkan di kota-kota besar dunia seperti Singapura, hingga Dubai, yaitu pusat kota ada di tepi pantai. Adapaun pemanfaatan kawasan reklamasi ini,  akan dibagi berdasarkan 3 sub kawasan. Sub sektor barat dikembangkan dengan fungsi utama sebagai kawasan hunian horizontal maupun vertikal, kegiatan pariwisata dan kawasan perkantoran, perdagangan dan jasa terbatas.

Sub sektor tengah dikembangkan dengan fungsi utama sebagai kawasan perkantoran, perdagangan dan jasa skala internasional, pusat pariwisata dan pemukiman.

Dan sub sektor timur dikembangkan dengan fungsi utama sebagai pusat pelabuhan, industri dan pergudangan serta pemukiman.

"Ketiga kawasan sub sektor tersebut harus menyediakan kawasan pemukiman sekitar 45-60% dari luas pulau. Pemukiman bisa berupa rumah vertikal ataupun horizontal. Jadi bisa rumah tapak, bisa juga gedung tinggi seperti rusunawa (sumah susun sederhana sewa)," sebutnya.

Secara khusus, setiap pulau memiliki fungsi utamanya masing masing.

Pusat kegiatan premier yang terdiri atas kegiatan perdagangan, jasa, lembaga keuangan, MICE (meeting, incentives, convention dan exhibition) dan pariwisata berskala Internasional di pusatkan di Pulau J.

"Kita butuh ruang pameran yang sangat besar yang berskala Internasional, kita belum punya itu," kata Benny.

Pusat kegiatan tertier  seperti perdagangan dan jasa serta rekreasi di subsektor kawasan barat dan tengah dipusatkan di pual E dan M. Sementara, pembangunan dermaga penyeberangan ke pulau seribu dapat dikembangkan pada pulau F dan J.

Untuk pengolahan sampah terpadu akan disediakan tempat penampungan sementara (TPS) di masing-masing pulau namun untuk pengolahannya dipusatkan di pulau O.

Sebagai penyeimbang lingkungan, akan dibangun kawasan mangrove yang berada di kawasan selatan pulau C, D dan E. Sementara kawasan industri dan perdagangan pada kawasan ekonomi khusus (KEK) akan dipusatkan di pulau O, P dan Q.

"Di tiga pulau itu akan dibangun pergudangan dan pelabuhan yang besar, untuk menunjang kinerja pelabuhan Tanjung Priok," sambung Benny.

Sedangkan untuk kawasan pelayanan umum seperti pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan olah raga dialokasikan pada pulau O.

"Jadi memang pulau-pulau ini nantinya akan menjadi kawasan penunjang kota Jakarta yang sudah terlalu padat," kata Benny.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads