BRICS Bikin Lembaga Baru Tandingan Bank Dunia dan IMF

BRICS Bikin Lembaga Baru Tandingan Bank Dunia dan IMF

- detikFinance
Selasa, 15 Jul 2014 14:27 WIB
BRICS Bikin Lembaga Baru Tandingan Bank Dunia dan IMF
Foto: Reuters
Jakarta - Para pemimpin negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) akan berkumpul untuk membentuk institusi cadangan devisa bersama dan bank pembangunan. Institusi ini menjadi tandingan dari yang sudah ada, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Dila Rousseff, Presiden Brasil, akan menjadi tuan rumah pertemuan di Fortaleza. Demikian seperti dikutip dari kantor berita AFP, Selasa (15/7/2014).

"Bersama-sama, kita harus merumuskan sebuah sistem untuk menangkal tekanan terhadap negara-negara yang tidak sepakat dengan kebijakan yang dibuat oleh Amerika Serikat dan sekutunya," tegas Vladimir Putin, Presiden Rusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, Rusia memang tengah menjalani sanksi dari negara-negara barat akibat kebijakan mereka di Ukraina. AS bahkan mengancam akan memberikan sanksi tambahan atas tuduhan Moskow berada di belakang kelompok separatis di Ukraina.

BRICS sendiri bukanlah kekuatan sembarangan. Negara-negara ini mewakili 40% populasi dunia dan seperlima perekonomian dunia.

Wacana lembaga tandingan IMF dan Bank Dunia ini mulai muncul tahun lalu. Lembaga ini akan berfungsi sebagai bank pembangunan layaknya Bank Dunia, dan sebagai mini-IMF yang mengumpulkan cadangan devisa bersama.

Menurut Marcos Troyjo, peneliti Columbia University, lembaga ini akan menjadi tulang punggung bagi BRICS. Meski BRICS sendiri bukanlah sebuah organisasi resmi.

"Mereka mengambil langkah awal untuk membangun konsensus dari isu-isu yang dibahas secara global. Ke depan, bisa saja kerja sama ini diperluas ke sektor perdagangan dan sebagainya," kata Troyjo.

Lembaga ini akan mendapatkan suntikan modal awal sebesar US$ 50 miliar. Cadangan devisa bersama yang dihimpun mencapai US$ 100 miliar.

Tiongkok menjadi kontributor modal terbesar dengan US$ 41 miliar. Disusul Brasil dengan US$ 18 miliar, kemudian India, Rusia, dan Afrika Selatan masing-masing menyumbang US$ 5 miliar.

Namun, kantor pusat lembaga ini masih diperdebatkan. Shanghai sepertinya menjadi kandidat kuat, tetapi Afsel berkeras mengajukan Johannesburg. Kandidat lainnya adalah Moskow dan New Delhi. Kelima negara juga akan membahas siapa yang menempati giliran pertama untuk mempin lembaga ini.

(hds/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads