PG Kwala Madu dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara II (Persero). Di lokasi PG yang telah berdiri sejak 1984 itu, Dahlan melakukan dialog bersama para pegawai pabrik.
"Pak Dahlan dialog dengan karyawan PG Kwala Madu di halaman pabrik," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Abdul Aziz, kepada detikFinance, Jumat (18/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Varietas tebu dinilai kurang mampu menghasilkan rendemen yang tinggi. Padahal rendemen sangat berpengaruh terhadap tingkat produksi gula kristal berbasiskan tebu.
"Varietas saat ini sudah sangat lama, sejak tahun 1980an. Mudah terserang penyakit dan rendemennya rendah. Jenis Bz 134, kidang kencana dan PS 58 semua varietas lama dan yang bertahan saat ini BZ 134," kata Aziz.
Meski berusia relatif tua, produksi di PG Kwala Madu masih cukup baik. "Tahun ini, PG Kwuala Madu mencapai target rendemen tertinggi 7,2 sepanjang sejarahnya sejak berdiri 1984. Biasanya rendemen hanya 6," jelasnya.
Namun hal tersebut tidak membuat Dahlan puas. Dahlan, seperti disampaikan Aziz, meminta PTPN II melakukan perbaikan kualitas tebu dan pabrik.
"Ke depan, menurut Menteri BUMN, tidak ada lain kecuali menerapkan teknologi baik untuk varietas unggul, pola tanam, pemeliharaan, maupun panen. Juga pabrik yang efisien," paparnya.
(feb/hds)










































