Di Shanghai Heboh Daging Busuk, di Jabodetabek Ada Daging Celeng

Di Shanghai Heboh Daging Busuk, di Jabodetabek Ada Daging Celeng

- detikFinance
Selasa, 22 Jul 2014 10:45 WIB
Di Shanghai Heboh Daging Busuk, di Jabodetabek Ada Daging Celeng
Jakarta - Selama beberapa bulan terakhir wilayah Jabodetabek dihebohkan dengan maraknya upaya penyelundupan daging celeng yang dipastikan tak memenuhi kaidah kesehatan produk daging. Nah, saat ini di Negeri Tirai Bambu, Tiongkok khususnya di Kota Shanghai juga sedang ramai beredarnya daging basi atau kadaluwarsa.

Di Jabodetabek, peredaran daging celeng yang dicoba diselundupkan angkanya cukup besar. Total daging celeng yang dimusnahkan hingga pertengahan Juli 2014 sejak Januari-Juli 2014 mencapai 43,7 ton (43.700 kg) atau naik 240% dibandingkan sepanjang tahun lalu yang hanya 12,8 ton.

Heboh daging celeng di Jabodetabek tak hanya soal upaya penyelundupan, namun produk-produk tersebut sudah masuk pasar tradisional. Misalnya temuan Kementerian Perdagangan yang membuktikan temuan daging celeng di Pasar Anyar, Tangerang, Banten setelah proses uji laboratorium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan berdasarkan tangkapan karantina, daging-daging celeng yang diamankan rencananya akan dikirim ke Jakarta, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya.

Sementara itu, di Tiongkok, yaitu kota Shanghai, pemerintah setempat menutup pabrik penyedia daging olahan OSI Group karena menjual daging busuk. Daging yang sudah kadaluarsa ini dijual OSI Group kepada beberapa restoran waralaba terkenal dari Amerika Serikat (AS).

Daftar klien OSI Group yang selama ini menggunakan daging bermasalah tersebut di antaranya McDonald's, KFC, Burger King, Papa John's Pizza, Starbucks dan Subway, seperti diberitakan oleh koran Shanghai Daily yang dikutip AFP, Selasa (22/7/2014).

Para pekerja di pabrik pengolahan tersebut diduga mencampur daging kadaluarsa dengan daging baru supaya bisa dijual kembali kepada klien-kliennya. Kini pabrik tersebut sudah ditutup dan stok daging bermasalah itu disita oleh pemerintah setempat.

(hen/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads