Laptop hingga Uang Tunai Tertinggal di Kereta, Segini Nilainya

Laptop hingga Uang Tunai Tertinggal di Kereta, Segini Nilainya

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 10 Agu 2026 07:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto menjajal kereta api mewah KA Nusantara Explorer dari Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat 3.371 barang berharga milik penumpang tertinggal di berbagai wilayah operasional sepanjang Januari-Juli 2026. Barang berharga tersebut antara lain handphone, tablet, laptop, perhiasan, uang tunai, serta perangkat elektronik dan barang pribadi bernilai lainnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa barang berharga tersebut merupakan bagian dari 14.890 barang yang tertinggal. Total ini 14.890 barang temuan itu sekitar Rp 10,84 miliar.

Selain barang berharga, terdapat juga barang kategori biasa dengan jumlah mencapai 10.795 barang serta 724 makanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anne mengatakan beragam barang tersebut ditemukan di dalam rangkaian maupun lingkungan stasiun, kemudian dicatat dan diamankan melalui layanan Lost and Found KAI. Ia mengajak masyarakat untuk selalu mengecek barang bawaannya.

"Menjelang turun, kami mengajak pelanggan meluangkan waktu beberapa saat untuk mengecek kembali tempat duduk, rak bagasi, dan barang yang dibawa. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu pelanggan menikmati perjalanan dengan lebih nyaman hingga tiba di tujuan," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2026).

ADVERTISEMENT

Data KAI menunjukkan bahwa pada Juli 2026 saja terdapat tambahan 2.234 barang temuan, termasuk 502 barang berharga, dengan estimasi nilai sekitar Rp 1,98 miliar. Catatan tersebut menjadi pengingat penting bagi pelanggan, terutama ketika turun dalam kondisi stasiun yang ramai.

Pada saat yang sama, petugas KAI terus membantu mempertemukan barang temuan dengan pemiliknya. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 7.066 barang telah kembali kepada pemiliknya setelah melalui proses pencatatan dan verifikasi.

Apabila menyadari barang tertinggal, pelanggan diimbau segera melapor kepada Customer Service, Passenger Service, kondektur, atau petugas keamanan. Informasi seperti nama atau nomor KA, relasi perjalanan, nomor kereta dan tempat duduk, waktu perjalanan, serta ciri-ciri barang akan membantu proses penelusuran.

Petugas kemudian akan berkoordinasi dengan petugas di atas rangkaian dan stasiun terkait untuk melakukan pencarian. Apabila barang ditemukan, barang akan diamankan dan pelanggan dapat mengambilnya setelah proses verifikasi kepemilikan dengan membawa identitas serta bukti perjalanan apabila diperlukan.

Bagi pelanggan yang telah meninggalkan area stasiun, laporan juga dapat disampaikan melalui Contact Center KAI121 di nomor 121, email cs@kai.id, atau media sosial resmi KAI121.

"Kami ingin setiap perjalanan berakhir dengan rasa aman dan nyaman. Karena itu, perhatian pelanggan terhadap barang bawaan serta kecepatan melapor ketika terjadi kehilangan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas perjalanan. KAI akan terus memperkuat koordinasi petugas dan pengelolaan Lost and Found agar setiap barang temuan dapat secepat mungkin kembali kepada pemiliknya," tutup Anne.

(hrp/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads